Kepulangan Jemaah Haji Gelombang Pertama, Kemenhaj: 7.588 Orang Sudah Tiba di Tanah Air

4 Juni 2026 08:01 4 Jun 2026 08:01

M. Rifat, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kepulangan Jemaah Haji Gelombang Pertama, Kemenhaj: 7.588 Orang Sudah Tiba di Tanah Air

Petugas memeriksa kondisi tubuh jemaah haji setelah tiba di Gedung Muzdalifah, Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Senin, 1 Juni 2026. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus mengawal proses kepulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama dari Arab Saudi menuju Tanah Air. Hingga Rabu (3/6/2026), sebanyak 28 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi dengan total 11.120 orang yang terdiri atas 11.008 jemaah dan 112 petugas.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan dari jumlah tersebut sebanyak 19 kloter telah tiba di Indonesia dengan total 7.588 orang yang terdiri atas 7.512 jemaah dan 76 petugas.

“Sebanyak 28 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia. Dari jumlah tersebut, 19 kloter telah tiba di Tanah Air dengan total 7.588 jemaah dan petugas,” ujar Ichsan di Makkah, Rabu (3/6/2026).

Selain jemaah reguler, kepulangan jemaah haji khusus juga terus berlangsung. Hingga saat ini tercatat sebanyak 6.288 orang telah kembali ke Indonesia yang terdiri atas 6.002 jemaah dan 286 petugas.

Di tengah proses pemulangan, Kemenhaj mencatat adanya keterlambatan sejumlah penerbangan dari Terminal Haji Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Penerbangan yang terdampak meliputi rute Surabaya melalui penerbangan SV5160, SV5162, dan SV5166, serta rute Jakarta melalui penerbangan SV5164 dan SV5172.

Menurut Ichsan, berdasarkan informasi dari pengelola Terminal Haji, keterlambatan terjadi akibat tingginya kepadatan operasional bandara seiring bersamaan dengan fase kepulangan jemaah haji dari berbagai negara.

“Kepadatan operasional bandara menjadi penyebab utama keterlambatan karena pada periode ini banyak negara juga melaksanakan pemulangan jemaah hajinya,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak keterlambatan, Kemenhaj melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memperkuat koordinasi dengan maskapai penerbangan, pengelola terminal, syarikah, naqabah, serta petugas Daerah Kerja Bandara.

PPIH juga meminta maskapai memenuhi hak layanan jemaah berupa penyediaan makanan dan minuman apabila waktu tunggu penerbangan melebihi enam jam sesuai ketentuan yang berlaku.

“Atas kondisi tersebut kami menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah yang terdampak. Kami mengimbau jemaah tetap tenang, menjaga kesehatan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata Ichsan.

Memasuki fase pemulangan, Kemenhaj juga kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan barang bawaan. Setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa satu tas paspor, satu koper kabin dengan berat maksimal tujuh kilogram, dan satu koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram.

Kemenhaj masih menemukan sejumlah jemaah yang membawa barang melebihi batas ketentuan sehingga berpotensi memperlambat proses pemeriksaan dan keberangkatan.

Selain itu, jemaah diingatkan tidak membawa air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan dibagikan kepada seluruh jemaah di debarkasi masing-masing setelah tiba di Indonesia dalam kemasan galon lima liter.

Di sisi lain, layanan transportasi bus shalawat kembali beroperasi untuk melayani mobilitas jemaah yang masih berada di Makkah. Saat ini tersedia 25 rute dengan dukungan 421 armada yang melayani perjalanan menuju Masjidil Haram.

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan mengingat suhu udara di Makkah masih cukup tinggi. Jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.

Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Kemenhaj mengajak seluruh ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, dan sesama jemaah untuk saling membantu dan memastikan seluruh proses kepulangan berjalan aman hingga kembali ke Tanah Air.

Pemerintah berharap seluruh rangkaian pemulangan jemaah dapat berlangsung lancar sehingga para jemaah dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi sehat dan selamat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ketik Haji Haji 2026 info haji Kemenhaj RI