KETIK, JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah, termasuk puasa Arafah dan Tarwiyah. Puasa Arafah adalah ibadah puasa yang dilakukan pada 9 Zulhijah, yakni ketika jemaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah.
Sementara puasa Tarwiyah adalah ibadah puasa sunnah yang dilaksanakan pada 8 Zulhijah atau satu hari sebelum Hari Arafah. Lantas, kapan jadwal pelaksanaan Puasa Arafah dan Tarwiyah 2026?
Jadwal puasa Arafah hingga Tarwiyah 2026 Seperti yang sudah disampaikan, puasa Tarwiyah dan Arafah berlangsung bergantian. Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Zulhijah, sedangkan puasa Arafah dilakukan pada 9 Zulhijah.
Untuk mengetahui 8-9 Zulhijah jatuh pada tanggal berapa, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) menggelar siding isbat untuk menetapkan 1 Zulhijah pada Minggu (17/5/2026). Penetapan 1 Zulhijah dilakukan berdasarkan hisab dan rukyat.
Hasilnya, 1 Zulhijah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan begitu, berikut ini jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah:
Jadwal Puasa Tarwiyah: Senin, 25 Mei 2026 (8 Zulhijah 1447 H)
Jadwal Pauasa Arafah: Selasa, 26 Mei 2026 (9 Zulhijah 1447 H).
Boleh melaksanakan puasa Arafah saja
Hukum menjalankan puasa Arafah dan Tarwiyah adalah sunnah, jika dilakukan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Puasa Arafah juga bisa dilakukan tanpa puasa Tarwiyah. Hal itu disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni'am Sholeh. "Boleh puasa Arafah saja, karena masing-masing berdiri sendiri," ujarnya.
Pelaksanaan puasa Arafah tanpa diikuti puasa Tarwiyah juga tidak mengurangi keutamaan dari puasa tersebut. Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Miftahul Huda, mengatakan bahwa keutamaan puasa Arafah adalah mampu menghapus dosa dua tahun yang lalu, yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun ke depan.
Adapun dosa-dosa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil. "Tentunya dosa yang terhapus adalah dosa-dosa kecil, tidak termasuk dosa besar seperti syirik, sombong, mencuri barang orang lain, menyakiti orang lain," tuturnya.
Bisa dilakukan jika masih punya utang puasa Ramadhan
Huda juga menyampaikan bahwa puasa Arafah tetap bisa dilakukan meski seorang Muslimah masih memiliki utang puasa Ramadhan. Hal ini karena puasa Arafah termasuk jenis ibadah mudhayyaqah yang waktu pelaksanaannya sempit. "Puasa Arafah waktunya hanya 1 hari saja yaitu tanggal 9 Zulhijah, tidak dapat didahulukan 1 hari maupun diundur di hari berikutnya, sehingga puasa ini masuk ibadah mudhayyaqah," tuturnya
Oleh karena itu, Huda mengatakan bahwa muslim boleh mendahulukan puasa Arafah lalu baru mengganti utang puasa Ramadhan. Dia menambahkan, melakukan qada puasa adalah kewajiban umat Islam untuk mengganti hari puasa yang telah ditinggalkan atau tidak dijalankan selama bulan Ramadhan karena alasan tertentu.
Selain itu, seorang muslim juga bisa menggabungkan puasa Arafah dengan utang puasa Ramadhan secara bersamaan. "Artinya dia berniat puasa qada Ramadhan dan niat puasa Arafah di tanggal 9 Zulhijjah tersebut," ucap Huda. Adapun hukum menggabungkan puasa qada dan puasa sunah adalah sah menurut pendapat Ulama Syafiiyyah. (*)
