Gubernur Khofifah Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Sungai Sebagai Investasi Masa Depan

27 Juli 2026 21:33 27 Jul 2026 21:33

Fitra Herdian, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gubernur Khofifah Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Sungai Sebagai Investasi Masa Depan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat membersihkan eceng gondok yang memenuhi sungai beberapa waktu lalu. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Memperingati Hari Sungai Nasional 2026, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gerakan kolaboratif dalam menjaga dan memulihkan sungai, sebagai investasi bagi keberlanjutan kehidupan dan pembangunan.

Menurutnya, pelestarian sungai tidak dapat lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas hingga generasi muda.

Ia juga menegaskan, sungai merupakan penyangga kehidupan yang memiliki peran vital ketahanan pangan, penyediaan air bersih, keberlanjutan ekosistem hingga penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

 Namun di sisi lain, lanjutnya, sungai kini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari pencemaran, penumpukan sampah, kerusakan lingkungan, hingga tekanan akibat aktivitas manusia.

 "Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan. Karena itu, upaya pemulihan dan pelestarian sungai harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar sungai tetap menjadi sumber kehidupan yang terjaga," ujarnya.

Lebih lanjut, Provinsi Jawa Timur, kata Khofifah berkontribusi terhadap penyediaan air baku, irigasi pertanian, industri serta pengendalian banjir. Maka dari itu ia menekankan, di Hari Sungai Nasional harus menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan sungai menentukan kualitas hidup masyarakat hari ini maupun generasi mendatang.

"Selama peradaban manusia berlangsung, sungai senantiasa menjadi sumber kehidupan yang menopang ketahanan pangan dan mendukung perekonomian. Tapi seiring berjalannya waktu, kita memiliki tantangan berat seperti kerusakan lingkungan dan penumpukan sampah yang akhirnya mencemari sungai," ungkapnya.

Peringatan Hari Sungai Nasional, katanya perlu menjadi momentum bersama untuk berkomitmen dalam menjaga dan memulihkan sungai.

"Karena kita membutuhkan sungai, tapi seringkali aktivitas manusialah yang malah merusak sumber kehidupan kita ini," lanjut Khofifah.

 Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjalankan berbagai program pelestarian sungai secara berkelanjutan. Di antaranya melalui kegiatan susur sungai, patroli sungai, serta perlindungan mata air sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas sumber daya air sekaligus memperkuat ekosistem lingkungan.

Gubernur Khofifah menjelaskan, kegiatan susur sungai dilakukan untuk mengidentifikasi secara langsung kondisi sungai beserta berbagai persoalan yang terjadi di sepanjang aliran sungai. Sementara patroli sungai menjadi bagian dari pengawasan sekaligus penguatan koordinasi antar-pemangku kepentingan dalam menangani potensi pencemaran maupun kerusakan lingkungan.

"Koordinasi menjadi kunci dalam menangani berbagai persoalan sungai, termasuk pencemaran yang berasal dari aktivitas industri. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai pihak," tegasnya.

Selain menjaga sungai, Pemprov Jawa Timur juga terus mendorong perlindungan mata air sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

"Perlindungan mata air tidak hanya berkaitan dengan menjaga kualitas air, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber air tersebut," imbuhnya.

Khofifah juga mengapresiasi semakin kuatnya gerakan masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai yang tercermin melalui penyelenggaraan Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 di Wana Wisata Mata Air Sumber Gempong, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Forum tersebut mempertemukan sekitar 170 komunitas sungaidengan hampir 500 pegiat lingkungan dari Aceh hingga Papua, sebagai wadah berbagi praktik baik sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam pelestarian sungai. 

Berbagai kegiatan digelar mulai dari seminar, diskusi panel, lokakarya pengelolaan sungai berbasis masyarakat, aksi bersih sungai, penanaman pohon di kawasan sempadan sungai, hingga penyusunan rekomendasi bersama.

"Puncak kegiatannya diisi dengan penanaman pohon, dialog interaktif untuk menumbuhkan dan meningkatkan_awareness_, dan pembacaan deklarasi komunitas sungai. Saya sangat mengapresiasi ini karena menjaga sungai merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat," ungkapnya.

Khofifah menilai, keberadaan komunitas sungai memilikiperan strategis karena hadir langsung di tengah masyarakat sebagai motor penggerak berbagai aksi pelestarian lingkungan.

"Jadi mereka-mereka inilah yang mengawal langsung keberlanjutan program pelestarian sungai. Kehadiran mereka khususnya di Jawa Timur saya pikir merupakan wujud nyata dari semangat Hari Sungai Nasional yang kita rayakan ini," tuturnya.

Khofifah berharap Hari Sungai Nasional tidak hanya sebagai agenda seremonial saja, tetapi menjadi penguat budaya gotong royong dalam menjaga sungai di lingkungan masing-masing.

"Selamat Hari Sungai Nasional. Mari kita tanamkan peduli sungai dalam keseharian kita. Sebagai pemerintah, kami akan membuat kebijakan dan peraturan yang sesuai. Di sekolah dan di rumah, guru-guru serta orang tua perlu menanamkan pentingnya kelestarian sungai pada anak. Dalam bermasyarakat, mari saling mengingatkan untuk tidak mencemari sumber kehidupan kita," pungkasnya. 

 Berikut daftar sungai strategis di Jawa Timur:

  • Sungai Brantas (dan cabang utamanya: Kali Mas & Kali Porong)
  • Sungai Bengawan Solo (serta anak sungainya Kali Madiun)
  • Sungai Sampean (Situbondo/Bondowoso)
  • Sungai Bondoyudo dan Bedadung (Lumajang & Jember)
  • Sungai Rejoso dan Welang (Pasuruan). (*)
Tombol Google News

Tags:

Hari Sungai Nasional Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim Berita Surabaya