KETIK, MALANG – Kebakaran lahan melanda kawasan Gunung Bromo pada Senin, 3 Agustus 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik api mulai terlihat sejak pukul 17.00 WIB dan terus membesar.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa petugas telah diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area lain.
"Saat ini, kami masih berupaya melakukan pemadaman pada lokasi yang terbakar," jelas Rudijanta saat dikonfirmasi Ketik.com, Senin malam.
Kebakaran melanda kawasan Gunung Bromo pada Senin, 3 Agustus 2026 malam. (Foto: tangkapan layar)
Pihak TNBTS belum merinci titik pasti lokasi kebakaran maupun luas area yang terdampak, mengingat seluruh personel di lapangan masih berfokus penuh pada tindakan pemadaman.
Meski demikian, Rudijanta mengungkapkan bahwa proses pemadaman menghadapi kendala cukup berat. Selain tiupan angin yang kencang, posisi titik api yang berada di kawasan tebing terjal menyulitkan pergerakan petugas di lapangan.
"Angin kencang dan lokasi kebakaran berada di tebing sehingga cukup memberikan tantangan dalam upaya proses pemadaman," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dan personel TNBTS masih terus berjibaku di lokasi untuk memadamkan api di tengah medan yang ekstrem.(*)
