Lawan Arus Tren Film Horor, "Jangan Buang Ibu" Hadirkan Drama Emosional Tentang Relasi Ibu dan Anak

29 Mei 2026 23:40 29 Mei 2026 23:40

Virmin Carlo J., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Lawan Arus Tren Film Horor, "Jangan Buang Ibu" Hadirkan Drama Emosional Tentang Relasi Ibu dan Anak

Poster official thumbnail "Jangan Buang Ibu". (Foto: Leo Pictures)

KETIK, SURABAYA – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan film “Jangan Buang Ibu” kisah yang sangat menyentuh hati, seorang Ibu yang menghadapi kenyataan hidup setelah ditinggalkan oleh seorang suami. Akan dijadwalkan tayang perdana di bioskop pada, 25 Juni 2026.

Film digarap dan diproduksi oleh rumah produksi LEO Pictures ini merupakan cara untuk menyampaikan kehangatan cerita kepada lebih banyak penonton.

Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri oleh Agung Saputra, menampilkan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari banyak keluarga Indonesia. Selain itu, konflik keluarga yang dibuat oleh Widya Arifianti digambarkan dengan cara yang lebih hangat sekaligus menyayat hati.

Film terbaru yang bertabur bintang tanah air siap menyapa para pencinta bioskop di berbagai daerah. Sederet nama populer seperti Nirina Zubir, Dwi Sasono, Refal Hady, Amanda Manopo, Erica Carlina, hingga Fadly Faisal dipastikan ikut ambil bagian dalam proyek ini.

Untuk menyambut perilisannya, para pemeran utama tersebut dijadwalkan hadir langsung dalam rangkaian tur gala premiere. Rangkaian promosi ini akan menyambangi sejumlah kota besar di Indonesia, mulai dari Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Balikpapan, hingga Makassar.

Sebuah kisah yang dekat dengan realitas kehidupan hadir lewat film Jangan Buang Ibu. Film ini mengisahkan perjalanan hidup Ristiana, seorang ibu tunggal tangguh yang harus membesarkan tiga anaknya seorang diri setelah sang suami, Ridho, berpulang.

Meski hidup dalam keterbatasan, Ristiana tak pernah menyerah. Ia terus bekerja keras demi memastikan ketiga buah hatinya bisa tumbuh dan berkembang dengan layak.

Namun perjalanan hidup Ristiana tidak pernah benar-benar mulus. Selain harus berjibaku dengan tekanan ekonomi sehari-hari, ia juga menanggung beban utang besar warisan sang suami. Meski demikian, tekad Ristiana untuk menjaga keutuhan keluarganya tak pernah goyah.

Di sisi lain, ketiga anaknya Tama, Dewi, dan Tria perlahan tumbuh dengan jalan hidup masing-masing. Realitas kehidupan yang kian kompleks mulai mengikis kehangatan yang dulu menjadi fondasi keluarga mereka. Tekanan ekonomi dan perbedaan pandangan menjadi jurang yang semakin melebar di antara mereka.

Konflik kian memuncak ketika sejumlah keputusan Ristiana justru memicu dilema bagi anak-anaknya. Mereka terbelah antara memahami besarnya pengorbanan sang ibu atau memilih untuk mengikuti jalan hidup sendiri. Akibatnya, jarak emosional dalam keluarga semakin sulit untuk dijembatani.

Tak hanya itu, rasa kecewa dan luka lama yang selama ini terpendam perlahan menyeruak ke permukaan. Tama, yang selama ini berusaha menjadi penopang keluarga, mulai merasa terbebani oleh tanggung jawab yang kian berat. Sementara Dewi dan Tria pun tak luput dari pergolakan batin mereka masing-masing.

Situasi semakin menyayat hati ketika Ristiana memasuki usia senja. Alih-alih menikmati masa tua bersama anak-anaknya, ia justru harus menelan kenyataan pahit saat keluarganya mulai menjauh satu per satu. Puncaknya, Ristiana berakhir tinggal di panti jompo merasakan dirinya dibuang oleh anak kandungnya sendiri.

Kendati sarat dengan kesedihan, film ini tidak sekadar menghadirkan duka. Jangan Buang Ibu juga menyoroti kerinduan mendalam, penyesalan yang terlambat datang, serta keinginan anak-anak Ristiana untuk kembali memulihkan hubungan keluarga mereka sebelum semuanya benar-benar berakhir.

Lewat konflik yang begitu dekat dengan keseharian, film ini hadir sebagai pengingat tentang betapa besarnya pengorbanan seorang ibu. Sekaligus menegaskan satu hal yang kerap terlupakan: keluarga tetaplah tempat untuk pulang, meski dipenuhi luka dan perbedaan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Rekomendasi film Drama Emosional Drama Indonesia Kisah Keluarga Human Drama Emosi Keluarga