KETIK, MALANG – Fenomena gaya berpakaian atau style skena kini tengah menjamur di kalangan anak muda. Tren ini tak lagi hanya mendominasi ibu kota; di Kota Malang pun, para Gen Z mulai ramai mengadopsi gaya ini dalam aktivitas harian mereka.
Malang saat ini memang menjadi magnet bagi anak muda dari seluruh Indonesia. Kehadiran Kampung Heritage Kayutangan, misalnya, sukses meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Para pelancong muda ini datang dengan gaya busana yang unik dan menarik, di mana style skena menjadi salah satu yang paling menonjol. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya style skena itu?
Subkultur scene (yang kemudian diserap menjadi "skena" di Indonesia) awalnya muncul pada awal 2000-an di Amerika Serikat dan mencapai puncak popularitasnya di kalangan remaja hingga awal 2010. Sempat meredup, tren ini kembali bangkit (resurgence) sekitar tahun 2019 dengan adaptasi baru.
Secara historis, gaya ini identik dengan celana skinny jeans, pakaian berwarna cerah, serta gaya rambut lurus dengan poni lempar yang ikonik. Namun, lebih dari sekadar pakaian, skena memiliki filosofi yang berakar pada musik. Gaya berpakaian para musisi dari genre punk hingga indie menjadi inspirasi utama bagi para penggemarnya.
Penyebaran tren ini berlangsung sangat cepat berkat media sosial. Selain itu, semangat DIY (Do It Yourself) menjadi karakteristik kuat; anak muda skena gemar memodifikasi pakaian untuk menunjukkan kepribadian yang autentik sebagai bentuk "pemberontakan" terhadap fashion mainstream.
Jenis Gaya Populer di Kalangan Gen Z
Di era sekarang, istilah skena di Indonesia sering kali menjadi payung bagi berbagai sub-gaya populer, antara lain:
- Skena Punk
Terinspirasi dari era 70-an dan 80-an. Elemen utamanya adalah jaket kulit dengan hiasan studded (paku dekoratif), kaos band grafis, serta celana robek (distressed pants). Padu padannya sering kali melibatkan combat boots, rantai, dan piercing yang menonjolkan kesan rebel.
- Streetwear
Gaya yang paling banyak diadopsi Gen Z di Malang. Dipengaruhi oleh budaya urban dan skateboarding, gaya ini mengutamakan kenyamanan melalui hoodie atau oversized sweatshirt. Kini, tren ini juga populer di kalangan pengguna hijab dengan paduan celana kargo atau jogger serta sneakers branded yang menjadi statement utama.
- Bohemian (Bohos)
Mengambil inspirasi dari budaya hippie, gaya ini menawarkan estetika yang natural dan bebas. Ciri khasnya adalah gaun flowy, rok panjang motif etnik, dan penggunaan aksesoris seperti topi fedora, rumbai (fringe), serta sepatu boots kulit kasual.
- Vintage
Mengacu pada estetika tahun 50-an hingga 90-an. Pengguna gaya ini gemar mengenakan celana high-waisted, jaket denim, kardigan rajut, hingga bahan corduroy. Sepatu loafers atau sneakers retro biasanya menjadi pelengkap sempurna untuk memberikan nuansa klasik.
Setiap gaya ini tidak hanya menonjolkan estetika visual, tetapi juga menjadi media bagi individu untuk mengekspresikan identitas dan kebebasan diri. Di kota sekreatif Malang, style fashion ini dipastikan akan terus berevolusi mengikuti zaman. (*)
