KETIK, PACITAN – Nama Acir Hernowo cukup dikenal sebagai maestro pandai besi asal RT 02 RW 03, Dusun Mendole, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan.
Dari bengkel sederhana di halaman rumahnya, Acir istiqomah menjaga tradisi pembuatan berbagai produk berbahan besi.
Tidak hanya diminati warga lokal, produk tempaan Acir juga diburu oleh pelanggan dari berbagai daerah di luar Pacitan.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Acir adalah ketika dirinya menerima pesanan khusus dari Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji pada tahun 2023 lalu.
Acir mengaku, pesanan tersebut menjadi salah satu momen yang tidak pernah ia lupakan selama menekuni profesi pandai besi.
“Pernah juga dari Bupati Pacitan, Mas Aji. Beliau pesan golok kepala naga dan kepala rajawali,” ungkap Acir saat ditemui Ketik.com di bengkel kerjanya, Kamis, 14 Mei 2026.
Meski demikian, ia menyatakan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap produk yang dibuat, bukan sekadar siapa pemesannya.
"Kualitas bagi siapa saja pemesannya pasti tetap saya jaga," imbuhnya.
Acir sendiri mulai serius menjalani usaha pandai besi sejak tahun 2019 setelah sebelumnya sempat merantau.
Di perantauan, ia belajar langsung dari para pandai besi selama beberapa tahun.
“Saya lima tahun di Banten, sekalian ikut belajar di tukang pandai besi di sana,” ujarnya.
Proses gerinda pesanan pisau di bengkel Acir Hernowo.
Sepulang dari perantauan, keterampilan tersebut awalnya hanya menjadi pengalaman tambahan.
Namun setelah pandemi Covid-19, Acir memutuskan fokus menekuni pandai besi sebagai sumber penghidupan utama.
Ia memproduksi berbagai peralatan besi seperti pisau dapur, celurit, golok, hingga pisau sembelih dan pedang.
Semua dikerjakan secara manual menggunakan peralatan terbatas.
Satu bilah pisau biasanya membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 1 hingga 3 hari, tergantung tingkat kesulitan dan detail yang diminta pelanggan.
Menurut Acir, kualitas sebuah pisau sangat ditentukan oleh tiga hal utama, yakni bahan baku, peralatan yang digunakan, serta ketelitian dalam proses pengerjaan.
Ia mengatakan, pemilihan bahan baku menjadi faktor penting karena sangat memengaruhi ketajaman dan daya tahan produk.
“Kalau tidak memenuhi itu, hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.
Permintaan produk pandai besi di bengkelnya meningkat pada waktu tertentu, terutama menjelang Iduladha.
Pada momen tersebut, pesanan bisa naik hingga dua kali lipat, termasuk jasa pengasahan pisau.
“Alhamdulillah pasti ada yang pesan. Tapi untuk ditahun ini mungkin lebih sepi ketimbang Iduladha tahun lalu,” ujarnya.
Produk buatannya dibanderol dengan harga bervariasi, mulai Rp100 ribu hingga Rp800 ribu, tergantung jenis dan tingkat kerumitan pengerjaan.
Bagi masyarakat yang ingin memesan, Acir membuka layanan langsung di bengkel rumahnya di Sirnoboyo, serta dapat dihubungi melalui nomor 081803323234.(*)
