KETIK, JAKARTA – Seorang pemuda asal Surabaya menjadi korban penipuan yang berujung pada hilangnya satu unit iPhone 16 usai melakukan pertemuan dengan kenalannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Korban bernama Ali Azhar Damarrosydi menceritakan pengalaman pahitnya di Ibu Kota. Peristiwa bermula saat pemuda 20 tahun tersebut berkenalan dengan seseorang melalui platform media sosial. Keduanya kemudian sepakat bertemu di kawasan Jalan Kebon Sirih pada Rabu, 6 Mei 2026.
Namun, alih-alih menemui korban secara langsung, teman barunya itu justru menghubungi korban melalui telepon dan menyampaikan bahwa yang akan menjemputnya adalah asisten rumah tangganya.
Setelah bertemu ART, Ali yang tidak ada rasa curiga apapun menaiki sepeda motor berboncengan. Tidak berselang lama, temannya kembali menghubungi korban melalui sambungan telepon dan meminta untuk berbicara langsung dengan ART-nya.
Korban kemudian menyerahkan ponsel miliknya kepada ART tersebut. Setelah itu, ART meminta korban untuk menunggu di depan Bank BRI KCP Cut Mutia. Setelah menunggu sekitar satu jam, ART tersebut tidak kembali dan diduga sengaja meninggalkannya.
Ali tidak dapat menghubungi siapapun karena ponsel satu-satunya yang dimilikinya telah dibawa pergi oleh pelaku. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiel berupa satu unit iPhone 16 serta kerugian lainnya senilai Rp17 juta.
Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Metro Menteng pada Kamis, 7 Mei 2026.
Atas kejadian tersebut, laporan resmi telah diterima dengan nomor LP/B/36/V/2026/SPKT/Polsek Metro Menteng. Perkara ini diduga menyangkut tindak pidana penipuan atau perbuatan curang dan/atau penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 492 dan/atau Pasal 486 KUHP.
Pihak kepolisian Polsek Metro Menteng saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengusut dugaan tindak pidana tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalin pertemanan melalui media sosial, khususnya ketika berencana bertemu secara langsung dengan orang yang belum dikenal secara nyata. Masyarakat yang mengetahui informasi terkait kasus ini diimbau untuk menghubungi pihak berwajib demi membantu proses penyelidikan. (*)
