Kakak Beradik Perwira Polri Ambil Peran Penting di Balik Pengungkapan Tragedi Bus ALS

16 Mei 2026 22:10 16 Mei 2026 22:10

Yola Dwi R., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kakak Beradik Perwira Polri Ambil Peran Penting di Balik Pengungkapan Tragedi Bus ALS

Karo Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Labdokkes) Polri Brigjen Pol dr Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F., dan Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Maesa Soegriwo, Sabtu 16 Mei 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)

KETIK, PALEMBANG – Tragedi kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menghadirkan kisah pengabdian dua perwira Polri yang ternyata masih memiliki hubungan saudara kandung.

Mereka adalah Karo Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Labdokkes) Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F., dan Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo.

Dalam penanganan tragedi yang menewaskan 19 orang tersebut, keduanya memegang peran berbeda namun saling melengkapi. 

Diketahui Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F. merupakan lulusan SEPA Polri 1998 yang memiliki pengalaman panjang di bidang Kedokteran Kepolisian (Dokpol).  

Sebelum menjabat sebagai Karo Labdokkes Polri, jenderal polisi bintang satu tersebut pernah mengemban tugas sebagai Tenaga Dokkes Investigasi Kepolisian Utama Tk. II Pusdokkes Polri.

 

Foto Karo Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Labdokkes) Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F., dan Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo, Sabtu 16 Mei 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)Karo Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Labdokkes) Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F., dan Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo, Sabtu 16 Mei 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)

 

Hastry juga tercatat sebagai perempuan pertama di Indonesia yang menyandang gelar dokter forensik, profesi yang selama ini identik dengan dominasi kaum pria.

Selama bertugas sebagai polwan ahli forensik, Hastry terlibat dalam berbagai penanganan kasus besar dan operasi kemanusiaan nasional maupun internasional. Ia pernah menjadi bagian dari Tim DVI korban tenggelamnya kapal imigran gelap pada 2011, Tim DVI jatuhnya Pesawat Sukhoi SSJ-100 di Gunung Salak Bogor tahun 2012, Tim DVI korban Pesawat MH-17 di Rusia tahun 2014, serta Tim DVI korban Pesawat AirAsia pada 2015. Selain itu, ia juga tergabung dalam tim eksekusi terpidana mati di Nusakambangan selama periode 2008 hingga 2016.

Bersama sang adik, Kombes Pol Maesa Soegriwo fokus memimpin proses investigasi kecelakaan bersama Ditlantas Polda Sumsel dan tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri.

Hingga kini, sebagian besar korban telah berhasil dikenali dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

“Proses identifikasi terhadap tiga jenazah yang belum dikenali masih terus dilakukan dengan metode pencocokan DNA keluarga inti korban,” ujar Sumy.

Keberhasilan proses identifikasi tersebut menjadi kabar yang ditunggu keluarga korban, setelah berhari-hari menanti kepastian nasib anggota keluarganya pascakecelakaan tragis itu.

Sinergi kakak beradik perwira Polri itu pun menjadi sorotan dalam pengungkapan tragedi Bus ALS, mulai dari proses investigasi penyebab kecelakaan hingga identifikasi korban meninggal dunia.(*)

Tombol Google News

Tags:

Dirlantas Polda Sumsel Labdokes Polri Brigjen Pol Dr Sumy Hastry Purwanti Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo Karo Labdokkes Polri