KETIK, MALANG – Ekosistem transaksi digital AstraPay berkembang cukup pesat di Jawa Timur, khususnya di Kota Malang. Wilayah ini bahkan mampu menyumbang sekitar 20 hingga 30 persen transaksi.
CEO AstraPay, Rina Apriana, menjelaskan bahwa memasuki tahun ke-6 perkembangannya, AstraPay telah merangkul lebih dari 17,5 juta pengguna. Transaksi yang tercatat pun telah melampaui 90 juta transaksi per tahun.
"Tentu saja kalau kita lihat nasional, kemudian geser ke Jawa Timur, memang kontribusi Malang dan Jawa Timur sendiri terhadap total AstraPay nasional itu juga cukup signifikan. Mungkin sekitar 20 sampai 30 persen dari nasional terutama kota," ujarnya, Sabtu 6 Juni 2026.
Menurutnya, infrastruktur di Kota Malang sangat mendukung transaksi digital. Terlebih, edukasi terhadap konsumen sangat baik berkat keterlibatan Bank Indonesia (BI) Malang. Didukung dengan UMKM yang berkembang cukup masif, membuat potensi AstraPay mampu menjangkau transaksi yang lebih luas.
"Termasuk yang terbesar, Kota Malang. Alasannya ada dua ya. Pertama memang secara jumlah UMKM-nya cukup besar, yang kedua saya menilai bahwa edukasi terhadap digitalisasi di Kota Malang ini cukup maju," ungkapnya.
Pada tahun 2026 ini, AstraPay menargetkan stabilisasi penetrasi untuk kemudian mampu menambah jumlah transaksi digital. Ke depan, perluasan jangkauan ke lebih banyak merchant UMKM akan terus dimasifkan.
"Jadi kita selalu kita masuk, kemudian kita stabilisasi, mantapkan, kemudian kembangkan lagi. Makanya kenapa dengan tim SRC kami bekerja sama sehingga berikutnya kami bisa menularkan lagi kepada lebih banyak UMKM untuk menggunakan QRIS AstraPay dan menggunakan soundbox tadi," jelasnya.
Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Abidin Abdul Haris turut mengapresiasi langkah AstraPay dalam membangun ekosistem transaksi digital di Indonesia. Langkah tersebut dinilai selaras dengan misi BI untuk memperluas akses layanan keuangan digital bagi pelaku UMKM.
"Kami dari Bank Indonesia memiliki beberapa program lain yang bisa disinergikan dengan para pelaku industri. Salah satunya adalah kita pendampingan UMKM. Kemudian onboarding UMKM ke platform digital, juga bersama-sama dengan industri dan pihak berkepentingan, kami terus mendorong peningkatan edukasi digital," jelasnya.
AstraPay juga dinilai andal dalam mendukung target perluasan digitalisasi sistem pembayaran. Secara nasional, BI mencatat nilai transaksi digital telah menembus lebih dari Rp700 triliun, di mana Rp7,8 triliun di antaranya disumbang oleh Kota Malang. Dari tahun ke tahun, tren transaksi digital di Kota Malang memang menunjukkan pertumbuhan yang pesat.
"Ini menandakan bahwa masyarakat betul-betul sudah memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap layanan digital, dalam hal ini kaitannya dengan QRIS. Kami melihat AstraPay sudah mengintegrasikan mekanisme pembayarannya dengan QRIS. Jadi tidak ada kendala bagi para pelaku industri, pelaku usaha, dan masyarakat," pungkasnya. (*)
