Wisatawan Meningkat, Lalulintas Harus Berbasis Data

21 September 2026 16:11 21 Sep 2026 16:11

Almi Raisyah

Editor
Thumbnail Wisatawan Meningkat, Lalulintas Harus Berbasis Data

H Ludi Oliansyah

KETIK, PAGAR ALAM – style="text-align:justify">Transportasi bukan sekadar soal kendaraan yang melintas atau jalan yang terbentang disuatu daerah.

Di baliknya ada urat nadi yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar, anak-anak menuju sekolah, hingga masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Ludi Oliansyah ST bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.”

Wako menegaskan, perkembangan Kota Pagar Alam Sumsel yang diiringi meningkatnya kunjungan wisatawan membutuhkan pengelolaan transportasi yang semakin terukur. Karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) diminta tidak hanya mengandalkan penanganan kemacetan secara situasional.

Dishub Kota Pagar Alam Sumsel diminta berkoordinasi dengan Polres melalui Satlantas serta akademisi atau perguruan tinggi di Kota Pagar Alam Sumsel untuk melakukan rekayasa lalu lintas berbasis data aktual di lapangan.

 “Manajemen lalu lintas berbasis data harus dilakukan, dengan menghitung LHR (Lintas Harian Rata-rata) secara rutin pada titik-titik rawan kemacetan dan persimpangan,” kata Wako.

Menurut Ludi, data lalu lintas juga perlu dikelompokkan berdasarkan jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, angkutan umum hingga truk.

Data tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan dimensi jalan, pelebaran jalan, hingga penempatan rambu dan lampu lalu lintas (traffic light).

Langkah tersebut dinilai penting agar setiap kebijakan transportasi tidak hanya berdasarkan perkiraan, melainkan disusun berdasarkan kondisi lalu lintas yang benar-benar terjadi di lapangan.

Selain persoalan kelancaran arus lalulintas kendaraan, Ludi turut menekankan aspek keselamatan.

Ludi juga menyampaikan duka cita mendalam atas berbagai musibah transportasi yang terjadi belakangan ini.

Di tengah rasa syukur, kita juga menyampaikan duka cita mendalam atas berbagai musibah transportasi yang terjadi belakangan ini.

"Hal ini menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggungjawab moral dan tidak boleh dianggap sebatas rutinitas administratif,” tegas Wako.

Wako juga meminta adanya perencanaan matang menghadapi periode libur panjang (long weekend). Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan, kesiapan pengaturan lalu lintas harus dilakukan sejak awal agar petugas tidak hanya disibukkan dengan mengurai kemacetan secara manual ketika kepadatan sudah terjadi.

Menurut Wako, perencanaan, koordinasi dan pemanfaatan data menjadi bagian penting dalam membangun sistem transportasi yang aman sekaligus mampu mengikuti perkembangan Kota Pagar Alam.

Dengan demikian, momentum Harhubnas 2026 tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga pengingat bahwa transportasi memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pariwisata di Kota Pagar Alam Sumsel.

Tombol Google News

Tags: