KETIK, BONDOWOSO – Stand pameran Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Bondowoso menjadi salah satu pusat perhatian dalam gelaran Festival Muharram 1448 Hijriah yang berlangsung di Kabupaten Bondowoso, Sabtu, 20 Juni 2026 malam.
Ribuan pengunjung yang memadati area pameran dibuat terpukau oleh beragam karya inovatif hasil kreasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dua produk yang paling banyak menyedot perhatian publik adalah SiRomantis (Siram Tanaman Otomatis) serta sepeda dan sepeda motor listrik hasil konversi yang dipamerkan oleh siswa SMKN 3 Bondowoso.
Kehadiran inovasi tersebut tidak hanya menarik minat masyarakat, tetapi juga mendapat apresiasi dari jajaran pemerintah daerah.
Saat mengunjungi stand Cabdin Bondowoso, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, mengaku terkesan dengan kreativitas para pelajar yang mampu menghadirkan teknologi tepat guna yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“SiRomantis dan sepeda listrik karya siswa ini benar-benar membuat saya kagum. Inovasinya sangat kreatif, aplikatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Fathur Rozi.
Penanggung jawab stand Cabdin Bondowoso, Iin Ernawati, menjelaskan bahwa sejak sore hari stand tersebut terus dipadati pengunjung.
Banyak di antara mereka yang penasaran dengan cara kerja SiRomantis, sebuah sistem penyiraman tanaman otomatis yang memanfaatkan sensor kelembapan tanah.
Menurutnya, alat tersebut dirancang untuk membantu pemilik taman, perkantoran, hingga pelaku pertanian dalam menghemat penggunaan air dan tenaga kerja.
Ketika kondisi tanah terdeteksi kering, sistem akan secara otomatis mengaktifkan penyiraman. Sebaliknya, saat kadar kelembapan sudah mencukupi, aliran air akan berhenti dengan sendirinya.
“Teknologi ini memungkinkan proses penyiraman berlangsung lebih efisien karena bekerja berdasarkan kondisi tanah secara langsung,” jelas Iin.
SiRomantis sendiri merupakan hasil karya siswa Program Keahlian Teknik Elektronika Industri (TEI) SMKN 3 Bondowoso.
Produk tersebut lahir dari proses Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Tak kalah menarik, pengunjung juga memadati area pameran kendaraan listrik hasil rakitan dan konversi siswa.
Kendaraan berbasis energi listrik tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena mampu mengubah sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan ramah lingkungan yang lebih hemat energi.
Banyak pengunjung mencoba merasakan sensasi kendaraan tersebut, mulai dari kalangan remaja hingga orang dewasa.
Salah satunya Hairul Arifin yang mengaku tertarik untuk mengonversi sepeda motor lawas miliknya menjadi motor listrik.
“Saya punya motor Binter tahun 1981 peninggalan orang tua yang sudah lama tidak digunakan. Setelah melihat karya ini, saya jadi ingin mengubahnya menjadi motor listrik,” ungkapnya antusias.
Keberhasilan para siswa menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat menuai banyak pujian dari berbagai pihak.
Sejumlah pejabat daerah yang hadir memberikan apresiasi atas kemampuan pelajar SMK dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah menjadi produk nyata yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Kehadiran SiRomantis dan kendaraan listrik karya siswa tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Bondowoso mampu menghadirkan solusi inovatif yang tidak hanya membanggakan dunia pendidikan, tetapi juga berpotensi menjawab tantangan masa depan.
.png)