KETIK, MALANG – Program becak listrik yang akan masuk dalam paket wisata dan diinisiasi oleh Pemkot Malang terus dimatangkan realisasinya. Diketahui, inovasi tersebut dirancang untuk memberikan cara berbeda menikmati tiap sudut Kota Makang dengan rute yang terkonsep dan nyaman.
Dalam skema yang disiapkan, sekitar 30 unit becak listrik akan difokuskan untuk melayani paket wisata. Sedangkan, sekitar 170 unit lainnya tetap dimanfaatkan oleh pengayuh becak untuk melayani transportasi sehari-hari.
Lewat konsep ini, Pemkot Malang berharap wisatawan tidak hanya berkunjung ke satu titik saja. Melainkan, dapat menikmati rangkaian destinasi dalam satu perjalanan yang terintegrasi.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menyatakan kesiapannya merealisasikan hal tersebut. Selain meningkatkan daya tarik wisata, program ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah serta ekonomi bagi pengayuh becak dan pelaku usaha di tiap destinasi yang dilalui.
"Kami sudah saling berkoordinasi dengan Disporapar, terkait bagaimana menghimpun becak listriknya. Intinya, kami dari PHRI siap dan mendukung sekali," ujarnya kepada Ketik.com, Minggu, 26 April 2026.
Dirinya menjelaskan, ada beberapa kelebihan dari becak listrik tersebut. Selain ramah lingkungan, juga bisa menempuh jarak yang lebih jauh.
"Becak tradisional sekarang kurang populer dan masyarakat sudah tidak terlalu suka. Dengan becak listrik ini, maka bisa menempuh jarak lebih jauh dan lebih nyaman. Sehingga, kita bisa menentukan titik-titik destinasi wisata yang ditargetkan," bebernya.
Untuk ketersediaan tempat mangkal atau pool di hotel bagi becak listrik, PHRI Kota Malang akan mempersiapkan. Sehingga, nantinya wisatawan tidak perlu repot menunggu terlalu lama.
"Kami menyarankan ada koordinator, layaknya wisata Gunung Bromo yang ada koordinator jipnya, sehingga kalau butuh tinggal telepon koordinator. Tetapi kalau mau mangkal di hotel malah lebih enak, paling tidak masing-masing hotel tersedia dua atau tiga becak listrik," ungkapnya.
Agoes juga mengungkapkan, banyak tamu hotel yang sering menanyakan transportasi untuk berwisata di dalam Kota Malang. Dan selama ini, hal tersebut dilayani oleh ojol atau taksi online maupun mobil perusahaan.
"Iya, banyak tamu hotel yang tanya kalau mau keliling wisata dalam kota naik transportasi apa. Kalau ada becak listrik, pasti banyak yang berminat dan ingin coba karena cuaca dan suasana Kota Malang sangat mendukung," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan, perlu adanya pembahasan lebih lanjut terkait rute atau jalur yang akan dilalui oleh becak listrik tersebut.
"Mengenai rutenya, ini masih kami diskusikan. Tentunya, kami akan berdiskusi lebih lanjut dengan paguyuban becak listrik dalam waktu dekat ini," jelasnya.
Sejauh ini, Widjaja menyebut rute yang tidak boleh dilalui oleh kendaraan becak adalah jalur Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) yaitu di Jalan Besar Ijen Kecamatan Klojen.
"Becak bebas beroperasi kecuali di jalur KTL, itu tidak diperbolehkan sama sekali. Untuk sementara ini, jalur KTL di Kota Malang hanya di kawasan Ijen," pungkasnya. (*)
