Proyek Simpang Empat Patih Terkendala, DPUPR Kota Batu Optimis Rampung Tahun Ini

13 Agustus 2026 15:45 13 Agt 2026 15:45

Dafa Wahyu P., Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Proyek Simpang Empat Patih Terkendala, DPUPR Kota Batu Optimis Rampung Tahun Ini

Progres pengerjaan proyek Simpang Empat Patih Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Proyek Strategis Daerah (PSD) Simpang Empat Panglima Sudirman-Trunojoyo-Indragiri-Hasanudin (Patih) Kota Batu sempat mengalami deviasi atau keterlambatan dalam progres pekerjaan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu memastikan deviasi tersebut tidak signifikan dan pekerjaan ditargetkan tetap selesai sebelum akhir tahun anggaran 2026.

Kepala DPUPR Kota Batu Esty Dwiastuti mengatakan, terdapat sejumlah kondisi yang sempat memengaruhi pelaksanaan pekerjaan, termasuk adanya kegiatan bantengan.

“Kalau progres, alhamdulillah, kalau kemarin kami ini ada sedikit deviasi. Kenapa ada sedikit deviasi? Karena kemarin ada kegiatan bantengan, itu kan kami berhenti dulu,” ujarnya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pekerjaan juga sempat berjalan beriringan dengan masa libur sekolah. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan proyek karena Kota Batu tengah ramai aktivitas wisata.

“Terus sebenarnya saat mulai itu kami masih ada libur anak sekolah kan saat itu. Kami ada wisata, kan takutnya mengganggu. Jadi itu mundurnya segitu saja, tapi deviasinya tidak besar,” imbuhnya.

Esty memastikan deviasi tersebut tidak akan menyebabkan pekerjaan mundur hingga satu atau dua bulan. DPUPR Kota Batu menargetkan seluruh kegiatan tetap rampung paling lambat pada Desember 2026 dan tidak melewati akhir tahun anggaran.

“Enggak mungkin. Insya Allah kalau sampai dua bulan kan berarti melampaui akhir tahun anggaran. Enggak mungkin lah. Kalau sampai melampaui akhir tahun anggaran tidak, sampai Desember insya Allah semua kegiatan kami tidak melampaui akhir tahun anggaran,” tegasnya.

Perlu diketahui, proyek tersebut sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu tahun 2026 dengan total kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp10 miliar.

Untuk pelaksanaannya, preservasi kawasan simpang empat patih mulai dikerjakan pada akhir Juni 2026 dengan durasi pekerjaan selama 150 hari kalender.

Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, Esty juga meminta masyarakat turut menyampaikan apabila menemukan kendala selama proyek berlangsung. Menurutnya, masukan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bagi DPUPR Kota Batu.

“Makanya kami butuh semua pihak untuk membantu kami menginfokan jika ada kendala apa pun. Monggo di Instagram kami, terbuka. Jadi monggo, misalnya ada keluhan apa, biasanya langsung kami respons dan tanggapi,” katanya.

Ia menambahkan, DPUPR Kota Batu terbuka terhadap berbagai masukan, baik yang bersifat positif maupun negatif, selama dapat menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Namanya respon ada yang positif, ada yang negatif, monggo, enggak apa-apa. Jadi supaya itu masukan buat kami, enggak apa-apa,” jelas Esty.

Sementara itu, terkait pekerjaan di sisi jalan yang berada di sekitar gereja, Esty menjelaskan pekerjaan saat ini telah menggunakan ekskavator.

Bagian drainase juga telah dipersiapkan dengan pengecoran lantai kerja sebagai tahapan sebelum pemasangan box culvert.

“Ini kan sekarang sudah di ekskavator ya, bawahnya sudah dipasang cor lantai dasar, ya cor lantai kerja. Itu nantinya akan dipasang box culvert 5x5,” jelasnya.

Selain pekerjaan saluran, penataan juga mencakup ducting untuk kabel-kabel yang berada di atas kawasan tersebut. Penataan dilakukan secara bersamaan agar infrastruktur di lokasi menjadi lebih tertata.

“Sekarang juga ada penataan saluran irigasi, sekalian juga penataan ducting untuk kabel-kabel yang di atas. Jadi nanti insya Allah itu akan rapi,” pungkas Esty. (*)

Tombol Google News

Tags:

Proyek Strategis Daerah Simpang Empat Patih DPUPR Kota Batu Info Kota Batu Berita Kota Batu