KETIK, GRESIK – Pengurus Persekutuan Gereja Seluruh Indonesia Setempat (PGIS) Kabupaten Gresik masa bakti 2026-2031 resmi dilantik di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Gresik, Selasa, 21 Juli 2026.
Pelantikan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh lintas agama, mulai dari perwakilan Islam, Konghucu, Hindu, Katolik, hingga unsur pemerintah dan Forkopimda.
Turut hadir perwakilan Kementerian Agama, Pengadilan Agama, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Forum Masyarakat Cinta Keberagaman (Formagam) Gresik, serta Kapolsek Gresik Kota AKP Kevin Muhamad Kevin Ramadhan.
Dalam pelantikan tersebut, Pdt. Yonathan Triantoro kembali dipercaya memimpin PGIS Gresik sebagai Ketua Umum untuk periode kedua setelah sebelumnya menjabat pada periode 2021-2026.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum PGI Wilayah Jawa Timur, Pdt. Natael Hermawan.
Pdt. Natael Hermawan menyampaikan apresiasi atas kiprah PGIS Gresik yang dinilai aktif membangun hubungan harmonis dengan berbagai elemen masyarakat selama ini.
"Ini termasuk salah satu PGIS yang sangat aktif. Kami memiliki semangat untuk menghadirkan shalom atau damai sejahtera, yang dalam konteks Jawa Timur berarti me-rahayu. Harapannya, kepengurusan yang baru ini mampu menghadirkan situasi yang semakin kondusif, rukun, dan damai di Kabupaten Gresik," ujarnya.
Menurutnya, upaya mewujudkan damai sejahtera tidak dapat dilakukan sendiri.
Karena itu, sinergi dengan pemerintah, masyarakat, dan organisasi lintas agama perlu terus diperkuat.
Ia berharap berbagai program yang telah berjalan pada periode sebelumnya dapat dilanjutkan dan ditingkatkan pada masa kepengurusan 2026-2031.
Sementara itu, Ketua Umum PGIS Gresik, Pdt. Yonathan Triantoro, mengatakan pihaknya akan melanjutkan sejumlah program kemitraan dengan pemerintah daerah sekaligus memperluas jangkauan pelayanan ke seluruh wilayah Kabupaten Gresik.
"Selama ini kami sudah memiliki program kemitraan dengan pemerintah. Ke depan, kami ingin teman-teman Kristiani bisa semakin berperan dan menjadi berkat bagi Kabupaten Gresik," katanya.
Ia menambahkan, sejumlah program yang akan menjadi fokus kepengurusan baru di antaranya penguatan kolaborasi lintas agama, peningkatan kualitas pelayanan, serta mendukung program pemerintah, termasuk pengembangan rumah ibadah ramah anak.
"Suasana toleransi di Kabupaten Gresik yang selama ini sudah baik harus terus ditingkatkan. Selain itu, pelayanan juga akan kami perluas hingga ke wilayah selatan, utara, dan daerah lain di Gresik, karena umat kami tidak hanya berada di kawasan kota," jelasnya.
Ketua Forum Masyarakat Cinta Keberagaman (Formagam) Gresik, Djoko Pratomo, turut menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik.
Ia berharap PGIS Gresik terus menjadi mitra strategis dalam menjaga kerukunan dan memperkuat kolaborasi antarumat beragama di Kabupaten Gresik.
"Semoga kepengurusan baru ini dapat terus menjalin hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat dan semakin memperkuat semangat toleransi di Gresik," ungkap Djoko.
Pelantikan pengurus PGIS Gresik periode 2026-2031 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman.(*)
