Pertemuan Aremania-Bonek, Sepakat Jaga Jatim Tetap Kondusif

13 Agustus 2026 15:29 13 Agt 2026 15:29

Kukuh Kurniawan, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pertemuan Aremania-Bonek, Sepakat Jaga Jatim Tetap Kondusif

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi bersama Wakapolresta Malang Kota, AKBP Alex Sandy Siregar hadir dalam pertemuan antara Bonek dan Aremania di Pandaan pada Rabu, 12 Agustus 2026 malam. (Foto: Humas Polresta Malang Kota)

KETIK, MALANG – Meredam buntut kerusuhan di Sukorejo, kepolisian merangkul puluhan tokoh Aremania dan Bonek untuk menghentikan rantai permusuhan. Lewat pertemuan intensif di Pandaan pada Rabu, 12 Agustus 2026 malam, kedua kelompok suporter sepakat menjaga kekondusifan Jawa Timur.

Pertemuan yang difasilitasi Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, Ditintelkam Polda Jatim, dan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi ini dihadiri oleh 25 perwakilan Bonek serta 30 perwakilan Aremania. Dialog interaktif tersebut menegaskan bahwa penanganan hukum tidak akan menyasar kelompok suporter secara keseluruhan, melainkan fokus pada individu yang terbukti melanggar hukum.

Forum ini menjadi ruang komunikasi langsung untuk membangun kesepahaman, meredam potensi konflik, serta memastikan rivalitas sepak bola di Jawa Timur tidak berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat.

Foto Pertemuan antara perwakilan Bonek dan Arema bersama kepolisian pada Rabu, 12 Agustus 2026 malam (Foto : Humas Polresta Malang Kota)Pertemuan antara perwakilan Bonek dan Aremania bersama kepolisian pada Rabu, 12 Agustus 2026 malam. (Foto: Humas Polresta Malang Kota)

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi, menegaskan bahwa rivalitas kedua kelompok suporter seharusnya hanya berlangsung secara sportif di dalam lapangan. Di luar stadion, Aremania dan Bonek merupakan bagian dari masyarakat Jawa Timur yang wajib menjaga keamanan dan persaudaraan.

"Bonek dan Aremania adalah saudara sesama warga Jawa Timur. Lewat pertemuan ini, menjadi momentum untuk memutus rantai permusuhan dan tidak mewariskan dendam kepada generasi berikutnya," jelasnya.

Menurut Danang, membangun perdamaian antarsuporter tidak cukup hanya melalui imbauan. Komunikasi langsung dari tingkat tokoh hingga akar rumput dinilai penting untuk membangun pemahaman bersama serta mencegah provokasi berkembang menjadi konflik.

Ia pun berharap para tokoh suporter dapat menjadi teladan bagi anggotanya dalam menunjukkan sikap dewasa dan sportivitas.

"Rivalitas harus tetap berada di lapangan. Di luar lapangan, kita harus menjaga persaudaraan dan keamanan Jawa Timur," terangnya. 

Sementara itu, Dirintelkam Polda Jatim, Kombes Pol Bondan Witjaksono, mengajak Aremania dan Bonek memperkuat semangat Jogo Jawa Timur. Menjaga keamanan dan kekondusifan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas suporter. 

Ia juga menyoroti pengaruh media sosial terhadap dinamika antarsuporter. Informasi yang belum terverifikasi maupun konten provokatif dapat menyebar dengan cepat serta berpotensi memperbesar persoalan.

"Tokoh dan komunitas suporter harus aktif mengingatkan anggotanya, agar tidak mudah terpancing provokasi di media sosial. Mari bersama menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif," pungkasnya. 

Dukungan terhadap langkah jajaran kepolisian ini disampaikan oleh perwakilan Aremania, Dedi Arisandi. Ia menilai penegakan hukum secara individual terhadap pelaku pelanggaran sangat penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga komitmen perdamaian yang tengah dibangun.

Hal serupa juga diungkapkan oleh tokoh Bonek Pandaan, Reza yang menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang terjadi di Sukorejo. Ia mendorong komunikasi di tingkat akar rumput terus diperkuat, sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui dialog sebelum berkembang menjadi gesekan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Polresta Malang Kota Kejadian Sukorejo Danang Setiyo Pambudi Aremania Bonek