KETIK, BONDOWOSO – Pengurus LAZISNU MWCNU Tegalampel Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan dan Rapat Kerja (RAKER) sebagai langkah memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menyusun program pelayanan umat yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus MWCNU Tegalampel, pengurus ranting NU Kecamatan Tegalampel, tokoh agama, serta Anggota Lazisnu berlangsung penuh semangat kebersamaan dan pengabdian kepada umat.
Keterangan yang disampaikan, Ketua MWCNU Tegalampel, Haryono, dalam sambutannya menegaskan bahwa LAZISNU memiliki peran strategis, bukan sekadar lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, melainkan juga sebagai motor penggerak kepedulian sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“LAZISNU harus mampu hadir nyata di tengah masyarakat melalui program-program yang menyentuh kebutuhan umat. Organisasi yang kuat lahir dari sistem yang tertata, manajemen yang baik, dan SDM yang memiliki semangat khidmah serta integritas,” ujar Haryono.
Ia juga menegaskan bahwa pentingnya rapat kerja sebagai momentum menyatukan visi dan memperkuat koordinasi antar pengurus hingga tingkat ranting. "Sinergi yang solid akan menjadi modal utama untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap LAZISNU," jelas Haryono.

Di tengah tantangan sosial dan ekonomi saat ini, lanjut Haryono, peran LAZISNU sangat dibutuhkan. Karena itu, lembaga ini harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai semangat Nahdlatul Ulama dalam menghadirkan kemaslahatan umat.
Sementara itu, Pengurus Cabang LAZISNU Bondowoso, Andiono Putra, memberikan arahan agar seluruh pengurus LAZISNU di tingkat MWC maupun ranting terus memperkuat tata kelola kelembagaan dan meningkatkan kepercayaan publik melalui program-program yang tepat sasaran.
Menurut Andiono, penguatan kelembagaan menjadi pondasi utama agar gerakan filantropi NU mampu berkembang lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sabtu (16/05/26) di kantor MWCNU Tegalampel.
“LAZISNU harus mampu membangun sistem kerja yang profesional dan modern, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keikhlasan dan gotong royong. Kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar yang harus dijaga bersama,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar seluruh pengurus aktif melakukan inovasi program sosial, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan program kemanusiaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga Nahdliyin dan masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Andiono mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menjadikan rapat kerja bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan forum konsolidasi guna melahirkan program yang realistis, terukur, dan berkelanjutan.
Kegiatan Penguatan Kelembagaan dan RAKER LAZISNU MWCNU Tegalampel tersebut diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan umat, meningkatkan solidaritas sosial, serta memperkokoh peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat. (*)
