KETIK, MALANG – Kota Malang ikut berkontribusi dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bululawang, Kabupaten Malang. Sebanyak 500 ton sampah per hari akan disuplai dengan fokus pengiriman dari Kecamatan Sukun dan Kedungkandang.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan dalam proyek PSEL membutuhkan keterlibatan lintas daerah di Malang Raya untuk memenuhi kapasitas sampah.
"Pelaksanaan PSEL sendiri bukan di Kota Malang, tetapi di kabupaten. Cuma karena aglomerasi, makanya nanti Kota Malang wajib menyetorkan sampahnya 500 ton per hari ke lokasi PSEL," ujar Raymond, Kamis, 14 Mei 2026.
Kecamatan Sukun dan Kedungkandang menjadi prioritas, salah satunya disebabkan oleh kemudahan akses pengiriman sampah ke Bululawang.
"Nanti yang kita utamakan untuk sampah Malang bagian selatan. Mulai dari Kecamatan Kedungkandang sama Sukun kita arahkan ke sana. Kebetulan dari Malang jaraknya kurang lebih maksimal 3 km dari perbatasan Kota Malang," lanjutnya.
Melalui proyek PSEL tersebut, skema pengiriman sampah dari wilayah ke TPA Supit Urang akan dialihkan langsung ke Bululawang. Namun, proyek ini kemungkinan baru bisa berjalan pada 2028–2029.
"Untuk pembangunan sendiri kalau toh memang dibangun, itu kemungkinan di tahun 2028-2029," katanya.
Selain proyek PSEL, Kota Malang berusaha mendapatkan bantuan pengelolaan sampah melalui Local Service Delivery Program (LSDP). Syaratnya harus memenuhi kapasitas sampah 100-150 ton per hari.
"Justru yang kita lagi berusaha untuk mendapatkan malah LSDP. Kalau PSEL itu kan dari Kementerian Lingkungan Hidup yang dikomandani oleh Menko Marves, tapi kalau untuk LSDP, dari Kementerian Dalam Negeri," ungkap Raymond.
Pemkot Malang juga telah menyiapkan lahan untuk LSDP yang berada di kawasan TPA Supit Urang. Biaya operasional hingga Rp15 miliar per tahun untuk pendamping juga harus disiapkan apabila proyek LSDP terealisasi.
"Jadi biaya operasional itu harus dipastikan dan kemarin Pak Wali dan ketua dewan sudah ACC untuk apabila itu sudah dibangun maka harus ada anggaran operasional untuk LSDP tersebut," tutupnya. (*)
