Pemkab Tulungagung Apresiasi Pagelaran Wayang Kolaborasi Pakudhatu di Hari Jadi Ke-821

7 November 2026 02:23 7 Nov 2026 02:23

Sugeng Hariyadi, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pemkab Tulungagung Apresiasi Pagelaran Wayang Kolaborasi Pakudhatu di Hari Jadi Ke-821

Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memberikan apresiasi tinggi kepada Perkumpulan Dalang Anom/Muda Tulungagung. (Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memberikan apresiasi tinggi kepada Perkumpulan Dalang Anom/Muda Tulungagung (Pakudhatu). 

Organisasi ini dinilai sebagai garda terdepan generasi penerus dalang dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya tradisional, khususnya wayang kulit dan wayang orang.

Apresiasi tersebut disampaikan di sela-sela pagelaran wayang kolaborasi lintas genre yang meriah di kawasan Taman Titik 0 KM, jantung Kota Tulungagung, Jumat malam 6 November 2026.

Acara akbar ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi, yang hadir mewakili Bupati sekaligus membuka acara secara resmi, jajaran Asisten, Ketua DPRD Tulungagung, Kepala OPD, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung Bagus Kuncoro beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya. 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Baharudin juga secara simbolis menyerahkan dokumen legalitas resmi kepada Pakudatu.

Dalam keterangannya, Bupati Baharudin mengungkapkan bahwa pagelaran kolosal ini dihelat sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 sekaligus memperingati Hari Wayang Nasional 2026.

“Pagelaran wayang ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Tulungagung ke-821 dan Hari Wayang Nasional 2026,” ujar Baharudin di depan ratusan penonton.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi lintas genre pewayangan merupakan strategi penting untuk mendekatkan kembali kekayaan seni tradisional kepada generasi muda. 

"Harapannya, seni leluhur ini tidak hanya dikenal, tetapi juga diminati dan terus diwariskan dari masa ke masa," ucapnya.

Menurutnya, pewayangan memiliki dimensi yang luas; bukan sekadar tontonan atau hiburan semata, melainkan sarat akan nilai pendidikan moral dan filosofi kehidupan. 

"Wayang memuat tiga pilar penting, yakni tontonan, tuntunan, dan tatanan, yang senantiasa relevan sebagai pedoman hidup bermasyarakat," imbuhnya

"Melalui perhelatan ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian warisan budaya daerah, sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi para seniman dan pelaku budaya untuk terus berkarya serta berinovasi," pungkasnya.

Pagelaran Wayang Kulit Kolaborasi ini pun menjadi momentum strategis untuk memperkuat identitas serta kebanggaan kultural masyarakat Tulungagung.

Malam pementasan yang sarat makna kebudayaan ini semakin semarak dan meriah dengan kehadiran duo pelawak kondang tanah air, Jo Klitik dan Jo Klutuk, yang sukses mengocok perut para penonton yang memadati pusat kota.(*)

Tombol Google News

Tags:

bupati tulungagung Ahmad Baharudin Pagelaran Wayang Kulit Wayang Orang