Pelaksanaan Rehab Dana Revitalisasi di UPTD SPF SD Lae Riman Diduga Tidak Patuhi Prosedur

1 Agustus 2026 16:09 1 Agt 2026 16:09

Zailani Bako, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pelaksanaan Rehab Dana Revitalisasi di UPTD SPF SD Lae Riman Diduga Tidak Patuhi Prosedur

Seorang pekerja saat memasang paving blok di UPTD SPF SD Lae Riman, kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil. (Foto: Zaelani Bako/Ketik.com)

KETIK, ACEH SINGKIL – LSM Cokro Prawiro Nusantara (CPN) Aceh Singkil, menyoroti pelaksanaan rehab ruang belajar, dan pemasangan paving block di UPTD SPF SD Lae Riman, kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil karena diduga tidak mematuhi prosedur.

Ketua LSM CPN Aceh Singkil, Dalian Bancin, mengatakan ditemukan sekolah penerima dana revitalisasi percepatan pasca banjir di Aceh Singkil kerap mengabaikan sistem tata kelola yang ditetapkan, termasuk di  UPTD SPF SD Lae Riman.

"Semua paket pekerjaan pemerintah wajib mencantumkan papan informasi proyek. Maknanya, agar setiap masyarakat dapat mengawasi, dan mengetahui sumber dana, besaran dana, hingga waktu pelaksanaan, " kata Lian, sapaan akrabnya, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Seperti ditemukan di SD Lae Riman, pekerjaan sudah berlangsung namun tidak terlihat papan informasi proyek. "Itu bukan untuk disembunyikan, pasang saja biar semua warga tau," tegasnya.

Saat turun ke lokasi, ditemukan proyek pemasangan paving block, dan rehab ruang kelas. Anehnya tidak ada papan informasi apapun di sana, "Ini diduga ada kesengajaan mengaburkan mata masyarakat agar luput dari pantauan, " jelasnya. 

"Ini kesalahan fatal, mestinya kepsek selaku penanggung jawab revitalisasi lebih bijak mengikuti prosedur, dan disdikbud jangan ada kesan pembiaran," ungkap Dalian.

Ia juga mengaku heran, mengapa pihak sekolah atau panitia enggan memasang papan informasi proyek. "Jangan-jangan ada iindikasi lain yang ingin dipraktekkan untuk keuntungan sepihak," sebutnya. 

"Terus terang, kami kesulitan mengetahui berapa pagu anggaran yang dikucurkan perintah pusat. Dan pekerjaan dilapangan juga diduga asal jadi saja, ini mengkhawatirkan mutu pekerjaan. Desas-desus di TKP dana mencapai lebih Rp 500 juta, namun pekerjaan seadanya saja," terangnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala SD Lae Riman, Dewi Boang Manalu, tidak memberikan jawaban apapun. Kepsek hanya mengirim foto papan informasi dan tertulis anggaran Rp663 juta rupiah lebih.(*) 

Tombol Google News

Tags:

Rehab Revitalisasi Sekolah apbn 2026 Sd Lae Riman Diduga Abaikan Prosedural Disdik Diam Agustus 2026