KETIK, SURABAYA – Kabar duka datang dari dunia pendidikan. Prof. Johan Silas meninggal dunia. Ia merupakan pakar tata kota dan arsitek Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).
Kabar duka ini diketahui dari unggahan Instagram Ikatan Alumni Arsitektur ITS (IKAARSITS). Dalam unggahannya, tertulis pesan mendalam mengenai karya-karya yang ditinggalkan oleh Prof. Johan Silas selama ini hingga akhir hayat.
"Selamat jalan Prof. Johan Silas. Beliau bukan hanya seorang arsitek dan pakar tata kota yang hebat, tetapi juga seorang guru bangsa yang telah melahirkan banyak pemikiran hebat. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan penghiburan dan kedamaian dari Tuhan Yang Maha Esa," tulis IKA Arsitektur ITS.
Lanjut keterangan, tertulis juga bahwa setiap karya, pemikiran dan pengajaran menjadi keberkahan yang terus mengalir.
"Terima kasih atas dedikasi dan cinta yang besar terhadap dunia arsitektur dan Departemen Arsitektur ITS. Kami para Alumni yang pernah secara langsung menjadi mahasiswa ataupun tidak bangga dan berterima kasih atas setiap ilmu yang engkau bagikan. Selamat Jalan Prof. Allah memberkahi dengan tempat terbaik," lanjut keterangan di Instagram tersebut.
Sebagaimana diketahui, Prof. Johan Silas merupakan pakar perumahan perkotaan dan cagar budaya. Ia juga dikenal sebagai pelopor Kampung Improvement Program (KIP) di Surabaya dan Indonesia.
Ia juga mendirikan Jurusan Teknik Arsitektur ITS pada 1965, menjadi Guru Besar 1992. Prof. Johan Silas, purna tugas pada 2006, kendati demikian ia tetap aktif mengajar.
Ia juga banyak memberikan kontribusi perbaikan permukiman, seperti permukiman masyarakat miskin, rehabilitasi pasca-bencana Aceh-Nias serta pernah menjadi anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Surabaya. Ia konsisten memperjuangkan pembangunan kota yang manusiawi dan pelestarian warisan budaya.
Pria kelahiran 24 Mei 1936 ini pada 2005 lalu menerima penghargaan Habitat Scroll of Honour dari UN-HABITAT. (*)
