Napas Baru Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bantul: Menanti Sinergi Berbasis Riset

27 April 2026 11:54 27 Apr 2026 11:54

Fajar Rianto, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Napas Baru Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bantul: Menanti Sinergi Berbasis Riset

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Drs. Sukrisna Wibawa, MSi, memberikan ucapan selamat kepada para pengurus Forkom LKS Bantul masa bakti 2026–2029 usai prosesi pengukuhan di Gedung pertemuan LKS Bina Insan Mandiri, Sedayu, Bantul. (Foto: Agus for Ketik.com)

KETIK, BANTUL – Kursi kepemimpinan Forum Komunikasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (Forkom LKS) Kabupaten Bantul resmi berganti. Beberapa hari lalu, Agus Darmono didapuk menakhodai organisasi tersebut untuk masa bakti 2026–2029.

Pengukuhan yang digelar di Gedung Pertemuan LKS Bina Insan Mandiri, Sedayu, itu menjadi penanda babak baru bagi penguatan jaring pengaman sosial di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Drs Sukrisna Wibawa, MSi, menegaskan bahwa pelantikan ini adalah momentum krusial untuk memperbaiki tata kelola pelayanan sosial. Ia menagih komitmen pengurus baru untuk meruntuhkan sekat-sekat sektoral yang kerap menghambat efektivitas pelayanan.

"Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni administratif. Kami memberikan amanah besar kepada pengurus baru untuk menyatukan visi. Sinergi antarkelembagaan harus lebih cair agar bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi lebih sistemik, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi warga yang membutuhkan," ujar Sukrisna belum lama ini.

Acara tersebut dihadiri oleh lintas pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Universitas Negeri Yogyakarta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hingga unsur dunia usaha. Kehadiran berbagai elemen ini menyiratkan harapan agar penanganan masalah sosial di Bantul tidak lagi bersifat reaktif atau sekadar pemadam kebakaran.

Guru Besar bidang terkait, Prof Dr Kuswinarno, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan catatan kritis mengenai masa depan LKS. Menurut dia, orientasi kerja lembaga harus bergeser ke arah yang lebih saintifik.

"Masalah sosial di lapangan sangat dinamis. Penanganannya tidak boleh lagi menggunakan pendekatan konvensional yang sporadis. Kita perlu melakukan kajian dan riset mendalam sebelum mengambil keputusan. Hanya dengan basis data yang kuat, kebijakan yang lahir bisa benar-benar presisi dan menyentuh akar persoalan masyarakat," ujar Prof Kuswinarno.

Senada, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN, Dr Istiana Hermawati, SPd, MSos, mempertegas urgensi penguatan kapasitas kelembagaan. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa LKS adalah garda terdepan negara di tingkat akar rumput.

"LKS memegang peran vital sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan realitas di lapangan. Tanpa penguatan kelembagaan yang solid, pelayanan kesejahteraan bagi kelompok rentan hanya akan menjadi jargon di atas kertas. Kita harus bergerak menuju pelayanan sosial yang lebih inklusif dan berkeadilan," tegas Istiana, Senin, 27 April 2026.

Kini, bola berada di tangan Agus Darmono dan jajaran pengurusnya. Tantangan ke depan tak ringan: menyatukan langkah puluhan lembaga sosial di bawah naungan Forkom untuk mewujudkan pelayanan yang lebih profesional, berintegritas, dan mampu merespons dinamika sosial di Bantul yang terus berkembang di masa depan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Dinas Sosial Bantul Forkom Lks kesejahteraan sosial Pemerintah Kabupaten Bantul Agus Darmono Pemberdayaan Sosial kebijakan publik Sinergi Sosial Berita Bantul Lks Bantul Pelayanan Publik Riset Sosial pembangunan daerah Forum Komunikasi Integritas Sosial