KETIK, BANTUL – Suasana penuh kekeluargaan dan haru menyelimuti kawasan Sedayu, Bantul. Ratusan wajah sumringah memadati halaman acara Syawalan yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) - Panti Asuhan Bina Insan Mandiri (BIMa), Minggu, 19 April 2026.
Menggabungkan momen syawalan dengan agenda rutin pengajian Ahad Legi, acara ini sukses menjadi titik temu bagi 300 an peserta yang hadir dari berbagai penjuru Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga wilayah Jawa Tengah.
Refleksi Ramadan: Lebih dari Sekadar Berbagi
Syawalan tahun ini terasa jauh lebih istimewa. Selain menjadi ajang saling memaafkan, acara ini juga menjadi panggung refleksi atas rangkaian misi kemanusiaan yang telah tuntas dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadan lalu. LKS-BIMa mencatatkan capaian yang patut diapresiasi melalui program andalan "Ramadan Berbagi".
Dalam kurun waktu tersebut, tercatat lebih dari 3.000 nasi kotak telah berhasil disalurkan tepat sasaran kepada kaum dhuafa, para lansia yang hidup sebatang kara, hingga penyandang disabilitas.
Tak hanya menyentuh aspek kebutuhan pangan, keceriaan juga dihadirkan melalui program Belanja Bersama yang dilaksanakan di Toko Purnama Godean, Sleman. Sebanyak 50 anak asuh panti diberikan kebebasan penuh untuk memilih pakaian dan kebutuhan mereka menjelang hari raya Lebaran.
Dalam rangkaian acara syawalan tersebut, kebahagiaan semakin terasa saat LKS BIMa secara khusus memberikan santunan serta bingkisan bagi sejumlah masyarakat dan anak-anak penyandang disabilitas yang selama ini menjadi dampingan.
Penyerahan santunan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan bentuk apresiasi atas keteguhan hati mereka dan upaya LKS - Panti Asuhan BIMa untuk terus merangkul mereka agar tetap percaya diri menjalani kehidupan.
Melihat perhatian yang diberikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, Bunda Sukma selaku Kepala Sekolah SLB Insan Mandiri Dlingo, Bantul, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya.
Dalam kesempatannya, ia mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian yang luar biasa serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan BIMa untuk anak-anak disabilitas di wilayah Dlingo, Bantul. Baginya, kehadiran LKS BIMa adalah oase yang memberikan harapan baru bagi keluarga dan anak-anak penyandang disabilitas di sana.
Dapur BUDe: Jantung Kemanusiaan BIMa
Kesuksesan aksi sosial yang masif ini tentu tidak terjadi secara instan. Ada peran sentral dari Dapur BUDe (Dapur BIMa untuk Sedekah) yang menjadi motor penggerak utama. Agus Darmono, pengurus BIMa, mengungkapkan bahwa dapur ini bukan sekadar tempat memasak, melainkan simbol dari dedikasi dan kasih sayang.
"Ibu-ibu relawan dengan penuh ketulusan memasak dari hati setiap harinya, sementara relawan lainnya bergerak bahu-membahu mendistribusikannya ke titik-titik sasaran. Ini adalah energi gotong royong yang luar biasa. Tanpa sinergi ini, mustahil ribuan paket makanan tersebut bisa sampai ke tangan mereka yang membutuhkan," ujar Agus di sela-sela acara.
Pesan Spiritual untuk Relawan
Di balik semangat besar untuk berbagi, Agus Darmono memberikan pesan reflektif kepada seluruh relawan dan peserta. Ia mengingatkan agar setiap individu tidak terjebak dalam rasa jumawa setelah melakukan amal kebajikan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai modal utama pelayanan.
"Jika kita sakit, maka kontribusi kita untuk sesama tidak akan maksimal. Tubuh yang sehat adalah modal utama agar kita bisa terus menebar manfaat secara berkelanjutan tanpa halangan berarti," tegasnya.
Acara semakin bermakna dengan hadirnya Ustadz Daddy Ahmad Jabir yang memberikan tauziah penyejuk hati. Dalam nasihatnya, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam amal saleh.
"Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik," tegas Ustadz Daddy Ahmad Jabir di hadapan para jemaah.
Ia mengingatkan bahwa kebaikan kecil yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadi investasi akhirat yang tak ternilai.
Menyambung pesan tersebut, Agus Darmono kembali mengingatkan relawan untuk menjaga kesehatan. "Mengurus orang lain itu mulia, tapi jangan pernah mengabaikan kesehatan badan sendiri. Tubuh yang sehat adalah modal utama agar kita bisa terus menebar manfaat secara berkelanjutan," pesannya.
Senada dengan hal itu, Pimpinan LKS BIMa, Istiana Hermawati, menyentuh sisi spiritual para penggerak sosial. Ia menegaskan agar setiap ujian hidup tidak membuat relawan berburuk sangka kepada Sang Pencipta.
"Jangan pernah merasa sudah berbuat baik, lantas kita berburuk sangka kepada Allah saat diberi cobaan. Justru, ujian adalah cara Tuhan menguji ketulusan niat kita dalam melayani umat," ungkap Istiana dengan nada teduh.
Sinergi untuk Umat
Keberhasilan acara ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor. Dukungan datang dari dunia usaha, pemerintah, serta masyarakat luas. Media online nasional Ketik.com turut hadir sebagai mitra strategis dalam mengawal dan menyebarluaskan semangat kebaikan ini.
Melalui momentum syawalan ini, LKS BIMa berharap semangat berbagi tidak berhenti pasca-Ramadan. Sebaliknya, BIMa mengajak masyarakat menjadikan berbagi sebagai gaya hidup yang terus tumbuh dan membumi dalam kehidupan sehari-hari, demi mewujudkan masyarakat yang lebih peduli dan saling menguatkan. (*)
