Merayakan Harmoni di Titik Nol, Plt. Bupati Tulungagung Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

19 April 2026 05:52 19 Apr 2026 05:52

Sugeng Hariyadi, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Merayakan Harmoni di Titik Nol, Plt. Bupati Tulungagung Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

Suasana “Ngrowo Gegara Bunyi”. di titik 0 kilometer. (Foto: Prokopim Pemkab Tulungagung)

KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana Titik Nol Kilometer di kawasan Taman Alun-Alun Kabupaten Tulungagung tampak berbeda pada Sabtu malam, 18 April 2026. Aktivitas warga yang lalu-lalang berpadu dengan alunan musik dari denting dawai dan tabuhan perkusi, menciptakan atmosfer khas yang menarik perhatian publik.

Di pusat keramaian kota tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, secara resmi membuka gelaran musik bertajuk “Ngrowo Gegara Bunyi”. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Musik Nasional, dengan menghadirkan nuansa kebudayaan yang kuat dan sarat makna.

Acara berlangsung khidmat sekaligus hangat. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, mulai dari Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, Ketua Pakudhatu, tokoh masyarakat, budayawan, hingga para seniman lintas generasi. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan nyata terhadap perkembangan seni dan budaya di Tulungagung.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa musik tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan juga representasi dinamika sosial sekaligus sarana komunikasi universal lintas batas.

“Musik adalah ekspresi budaya yang hidup. Ia menyampaikan pesan, gagasan, dan nilai-nilai kehidupan yang melampaui sekat usia maupun latar belakang sosial,” ujar Ahmad Baharudin.

Ia juga menekankan pentingnya peran musik dalam pembangunan daerah. Menurutnya, sektor musik memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekosistem yang inklusif.

“Ngrowo Gegara Bunyi” menjadi bukti konkret komitmen tersebut. Panggung ini memberikan ruang bagi musisi lokal untuk menampilkan karya terbaik mereka, mulai dari musik tradisional hingga komposisi kontemporer yang inovatif.

Tak hanya sebagai ajang pertunjukan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah kolaborasi antar pelaku seni. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing musisi daerah agar dapat menembus pasar yang lebih luas.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Kolaborasi inilah modal utama kita memajukan budaya,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung, lanjutnya, akan terus menghadirkan kebijakan yang adaptif, termasuk penyediaan ruang kreatif dan penguatan kapasitas pelaku seni. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang tetap berakar pada budaya lokal, meski bersaing di tingkat nasional.

Menjelang malam, suasana alun-alun semakin semarak. Alunan musik terus menggema, disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat yang memadati lokasi. “Ngrowo Gegara Bunyi” tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol harapan bagi perkembangan seni musik di Tulungagung yang terus tumbuh dan menguat.

Tombol Google News

Tags:

Titik Nol Kilometer Ngrowo Gegara Bunyi Hari Musik Nasional Tulungagung #Ahmad Baharudin musik lokal Ekonomi kreatif Seni Budaya