KETIK, TULUNGAGUNG – Penjabat (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menghadiri acara pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan di Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, pada Minggu malam 7 Juni 2027.
Pagelaran wayang kulit ini digelar di Kediaman Andri Yudianto, seorang pengusaha jual beli mobil bekas "Yudi Motor" di Desa Sumberingin Kidul dalam rangka tasyakuran Bangun Nikah Bapak Andri Yudianto dan Ibu Wini Agustin .
Acara yang berlangsung meriah tersebut juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Ngunut, jajaran pemerintah Desa Sumberingin Kidul, keluarga besar Bapak Andri Yudianto, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat yang hadir disuguhkan pertunjukan wayang kulit yang membawa lakon "Wahyu Ketentraman" yang dibawakan oleh dalang kondang, Ki Cahyo Kuntadi asal Blitar.
Kemeriahan malam itu semakin lengkap dengan kehadiran bintang tamu Duo Jo, Mbak Niken, serta Sinden Keshi.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara ini sebagai wujud syukur atas keberkahan yang diterima oleh keluarga besar tuan rumah, sekaligus menjadi sarana hiburan yang mempererat kebersamaan warga.
"Mudah-mudahan dengan adanya hiburan pada malam hari ini, kita masyarakat Tulungagung, khususnya di Kecamatan Ngunut, benar-benar terhibur dan menjiwai lakon Wahyu Ketentraman dan semoga kita semua masyarakat Tulungagung tentrem ayem, guyub rukun," ujar Ahmad Baharudin.
Ahmad Baharudin juga menekankan pentingnya esensi dari lakon yang dibawakan, yakni sebagai pengingat agar masyarakat tidak mengedepankan ego masing-masing demi menjaga kondusivitas daerah.
"Lakon Wahyu Ketentraman ini merupakan gambaran atau pendidikan bagi kita agar supaya kita tidak boleh mengedepankan ego kita masing-masing. Tidak boleh merasa benar sendiri. Yang terpenting adalah kita harus bisa saling hormat-menghormati di antara warga kita semuanya," imbuhnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap agar kerukunan yang terjaga erat ini dapat membuat situasi lingkungan di Tulungagung selalu aman, kondusif, dan lancar dalam mendukung aktivitas sehari-hari menuju Tulungagung yang gemah ripah loh jinawi.
Hingga berita ini diturunkan, kemeriahan pagelaran wayang kulit tersebut terpantau masih berlangsung semalam suntuk.(*)
