KETIK, CILACAP – Berkeinginan praktis saat memasak air warga Dusun Tegalsari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap tak menyangka malah rumahnya ludes di lalap jago merah pada Minggu 2 Agustus 2026.
Kejadian berawal saat Rojimin memasak air menggunakan elemen listrik. Namun ditinggal mengobrol dengan anak dan tetangga didepan rumah.
Sempat terdengar suara ledakan cukup keras sebelum insiden kebakaran terjadi.
Keadaan tersebut sempat membuat panik pemilik rumah hingga berlari keluar meminta pertolongan kepada warga sekitar.
"Jadi pada pukul 14.00 WIB, Pak rojimin memasak air menggunakan elemen listrik, setelah itu ditinggal mengobrol dengan anak dan tetangga di depan rumah," ungkap Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo.
Tak lama, Rojimin terkejut mendengar suara letupan seperti petasan. Ia pun langsung berlari menuju ke belakang rumah untuk memastikan bunyi suara tersebut.
"Tidak menyangka, api dari belakang rumah ternyata sudah membumbung tinggi. Pak Rojimin kemudian berteriak dan meminta tolong kepada warga sekitar," kata Gatot.
Warga sempat melakukan pertolongan memadamkan api di lokasi menggunakan peralatan seadanya. Namun upaya warga tidak berhasil, dan api justru semakin membesar.
Peristiwa tersebut sempat dilaporkan ke Polsek setempat oleh salah seorang warga. "Usai mendapat laporan, anggota Polsek atas nama Saepi kemudian melapor ke Pos Damkar Sidareja," ujarnya.
Lebih lanjut, sejumlah personel Pos Damkar Sidareja pun langsung mempersiapkan APD lengkap menuju ke lokasi berusaha memadamkan api akan tetapi api semakin membumbung tinggi
Setelah berjibaku memadamkan api dengan menggunakan selang hydrant, tak lama api pun berhasil dipadamkan. "Kurang lebih 10 menit api dapat dipadamkan," beber Gatot.
Sebanyak 6.000 liter air digunakan petugas untuk memadamkan kobaran api tersebut. Setelah dipastikan api padam, kemudian dilanjutkan pendinginan dan overhaul.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun demikian, pemilik rumah mengalami kerugian capai puluhan juta lantaran bangunan rumah ludes dilalap api.
"Kerugian ditaksir sekitar Rp 50 jutaan," jelas Gatot.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan elemen listrik saat akan memasak air. Hal ini menurutnya sangat membahayakan.
"Masak pakai elemen listrik dapat memicu kebakaran akibat beban berlebih, korsleting, dan stop kontak rusak. Oleh sebab itu, dari kami menyarankan supaya tidak memakai elemen listrik," tandas Gatot. (*)
