KETIK, SORONG – Krisis air bersih mulai menjadi persoalan serius bagi masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Papua Barat Daya seiring berlangsungnya musim kemarau.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat.
Aktivis sekaligus penulis Fardi Abubakar meminta seluruh pihak terkait mengambil langkah nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih.
Menurut Fardi, masyarakat, khususnya di Kota Sorong dan wilayah Papua Barat Daya pada umumnya, membutuhkan perhatian serta uluran tangan dari berbagai elemen, baik pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan.
Ia menyebut sejumlah organisasi telah menunjukkan kepedulian terhadap kondisi tersebut. Salah satunya Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Papua Barat Daya yang telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik terdampak krisis air.
"Sudah ada beberapa organisasi kemasyarakatan yang mengambil bagian membantu masyarakat. Salah satunya KAHMI Papua Barat Daya yang telah menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah titik terdampak," kata Fardi, Rabu, 30 September 2026.
Namun, Fardi menilai persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan yang lebih luas.
Ia meminta Kapolda Papua Barat Daya, Danrem, Gubernur Papua Barat Daya, pemerintah kabupaten/kota, serta pihak terkait lainnya turut membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Ia berharap kendaraan tangki air yang dimiliki sejumlah instansi dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Kalau Polda, Korem, pemerintah provinsi maupun pemerintah kota memiliki mobil tangki air bersih, tentu fasilitas tersebut bisa digunakan untuk membantu masyarakat. Ini sekaligus dapat meringankan beban rakyat di wilayah yang saat ini dipimpin," ujarnya.
Fardi menekankan persoalan air bersih tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab satu pihak.
Menurut dia, diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghadapi dampak kemarau.
Ia juga mengajak seluruh pihak melihat persoalan tersebut dari sisi kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.
"Uluran tangan dari semua pihak tentu akan menjadi amal baik bagi setiap insan yang percaya kepada Tuhan," tuturnya.
Fardi kembali mengingatkan bahwa kesulitan mendapatkan air bersih dapat dialami siapa saja.
Karena itu, kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi krisis air harus menjadi perhatian bersama.
"Kalau yang mengalami kondisi ini adalah saudara kita, tentu kita akan ikut merasakan. Bahkan jika suatu saat kita sendiri yang mengalami, kita tentu akan memahami apa yang mereka rasakan saat ini," tandasnya.(*)
