KKN UINSA Gandeng DLH Lamongan Edukasi Pemilahan Sampah untuk Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Warga Desa Somosari

22 Juli 2026 15:10 22 Jul 2026 15:10

Syakira Rizki T., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail KKN UINSA Gandeng DLH Lamongan Edukasi Pemilahan Sampah untuk Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Warga Desa Somosari

Foto Bersama Mahasiswa KKN 63 UINSA bersama dengan Dinas Lingkungan hidup dan jajaran Perangkat desa serta Ibu-Ibu Kader Posyandu setelah acara edukasi pemilahan sampah rumah tangga pada Senin, 20 Juli 2026 (Foto: Dokumentasi Tim PDD KKN 63 UINSA)

KETIK, LAMONGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Kelompok 63 menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan menggelar edukasi pemilahan sampah rumah tangga bagi ibu-ibu kader posyandu di Desa Somosari, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Senin, 20 Juli 2026.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN UINSA Kelompok 63 yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Edukasi menghadirkan Penyuluh Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah P3 DLH Kabupaten Lamongan, Trivina Ira Rizky, sebagai pemateri.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis-jenis sampah rumah tangga, pemilahan sampah organik dan anorganik, hingga pemanfaatan sampah agar memiliki nilai guna. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para peserta.

Trivina menjelaskan, pemilahan sampah dari rumah tangga menjadi langkah penting mengingat kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kabupaten Lamongan yang telah mengalami kelebihan kapasitas. Menurutnya, masyarakat perlu mulai mengelola sampah dari sumbernya agar volume sampah yang masuk ke TPA dapat dikurangi.

Foto Pemaparan Materi oleh Trivina Ira Riszki,  Penyuluh Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Lamongan pada Senin, 20 Juli 2026 (Foto: Dokumentasi Tim PDD KKN 63 UINSA)Pemaparan Materi oleh Trivina Ira Riszki, Penyuluh Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Lamongan pada Senin, 20 Juli 2026 (Foto: Dokumentasi Tim PDD KKN 63 UINSA)

"Di Lamongan kami memiliki dua TPA yang sudah overload. Karena itu kami mendorong masyarakat mengelola sampah dari rumah agar yang masuk ke TPA nantinya hanya sampah residu," jelasnya.

Selain persoalan kapasitas TPA, Trivina menyebut tantangan terbesar saat ini adalah membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Ia menilai perubahan perilaku tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan edukasi yang berkelanjutan.

"Yang ingin kami tekankan sebenarnya hanya satu, yaitu kesadaran masyarakat. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita sendiri," ujarnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Siti Zahrotul Jannah, mengatakan edukasi tersebut berawal dari hasil observasi mahasiswa selama melaksanakan KKN di Desa Somosari. Pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya dalam pemilahan sampah sejak dari rumah, dinilai masih belum optimal sehingga diperlukan upaya edukasi kepada masyarakat.

"Program ini berawal dari hasil observasi kami selama KKN di Desa Somosari karena pengelolaan sampah masih belum optimal, khususnya dalam pemilahan sampah dari rumah," ujarnya.

Ia juga menambahkan, pihaknya sengaja menggandeng DLH Kabupaten Lamongan agar materi yang diberikan berasal dari pihak yang berkompeten di bidang pengelolaan lingkungan. Sementara itu, ibu-ibu kader posyandu dipilih sebagai peserta karena dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan kembali informasi kepada masyarakat.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya diterapkan di rumah masing-masing, tetapi juga diteruskan kepada keluarga maupun warga di lingkungan sekitar," tambahnya.

Salah seorang kader posyandu, Wafa Susela, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyadari bahwa sampah rumah tangga tidak semuanya harus langsung dibuang ke tempat pembuangan sementara karena masih dapat dikelola sesuai jenisnya.

"Ternyata sampah tidak semuanya harus langsung dibuang ke TPS karena masih bisa kita kelola terlebih dahulu. Semoga ilmu yang kami dapatkan hari ini bisa diterapkan di rumah," tuturnya.

Hal serupa disampaikan Endang Dwi Palupi, Tim Penggerak PKK sekaligus pembina kader posyandu Desa Somosari. Menurutnya, edukasi tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus menjadi bekal bagi kader posyandu untuk mengedukasi masyarakat.

"Insyaallah setelah kegiatan ini kami akan ikut menyosialisasikan kepada warga agar ilmu yang kami dapat bisa diterapkan bersama. Harapannya Desa Somosari semakin bersih dan terbebas dari sampah," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

KKN DLH Kkn Uinsa Tpa Kabupaten Lamongan Dlh Kabupaten Lamongan Kkn Di Desa Somosari