KETIK, MALANG – Administratio Choir (AC), Lembaga Otonomi Fakultas (LOG) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) sukses mengharumkan nama bangsa di dunia internasional.
Dengan meraih Gold Medal Award dalam ajang bergengsi 72nd Certamen Coral Internacional de Habaneras y Polifonia Torrevieja 2026 di Torrevieja, Spanyol yang digelar pada 19-25 Juli 2026.
Capaian ini menjadi kabar yang membanggakan di dunia pendidikan dan seni Indonesia. Ajang internasional ini telah memasuki penyelenggaraan ke-72 dan diikuti oleh 15 kelompok paduan suara dari 13 negara. Sehingga, perlombaan ini dikenal sebagai salah satu kompetensi paduan suara paling prestisius sekaligus tertua di dunia.
Keberhasilan Administratio Choir dalam meraih medali emas menjadi kebanggaan besar, bukan hanya bagi FIA UB, tetapi juga bagi Indonesia. Prestasi ini membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di panggung internasional dan memperoleh pengakuan dunia melalui kualitas seni vokal yang dimiliki.
Pelatih sekaligus Dirigen Administratio Choir, Agustinus Wahyu Permadi, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah. Tim harus melewati proses seleksi yang ketat melalui pengiriman video audisi sebelum akhirnya dinyatakan lolos untuk tampil di Spanyol.
"Pertama kami harus mengirimkan video audisi. Sekitar satu bulan kemudian kami mendapat konfirmasi lolos ke tahap berikutnya. Setelah itu kami menjalani latihan intensif selama kurang lebih empat bulan karena harus membawakan lima lagu yang telah ditentukan panitia," ujarnya.
Selama masa persiapan, para anggota terus berlatih dengan membawakan tiga lagu berbahasa Spanyol, yakni Habanera de Sal, Rosita de un Verde Palmae, dan Marinero, serta dua lagu asing lainnya, yakni Petrus dan Ahtou Porosh. Konsistensi dan kedisiplinan dalam latihan menjadi kunci utama keberhasilan mereka menaklukkan kompetisi dengan tingkat kesulitan tinggi tersebut.
Wahyu menyebut, meski Administratio Choir telah beberapa kali mengikuti kompetisi internasional di berbagai negara, mulai dari Polandia, Jepang, Singapura, Macau, hingga berbagai ajang nasional di Indonesia, perlombaan di Torrevieja, Spanyol menjadi pengalaman yang paling menantang.
"Kompetisi di Spanyol ini baru pertama kali kami ikuti. Sebelumnya kami sudah tampil di Polandia, Jepang, Singapura, Macau, dan Indonesia, serta berhasil meraih prestasi. Namun kompetisi di Torrevieja merupakan kompetisi tertua di dunia yang sudah berusia 72 tahun, sehingga tingkat persaingannya sangat tinggi," tutur Wahyu.
Walaupun kembali ke Indonesia dengan mengantongi prestasi internasional, Administratio Choir tidak ingin cepat berpuas diri. Dengan kemenangan ini, tim berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas melalui latihan rutin agar mampu mempertahankan konsistensi prestasi di masa mendatang.
"Kami harus terus berlatih, baik ada kompetisi maupun tidak. Latihan rutin akan meningkatkan kemampuan setiap penyanyi sehingga kualitas tim tetap terjaga," ungkap Wahyu.
Keberhasilan Administratio Choir menjadi bukti bahwa dedikasi, disiplin, dan kerja keras mampu membawa generasi muda Indonesia bersinar di panggung dunia.
Prestasi ini juga mengukuhkan posisi Universitas Brawijaya sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten dalam melahirkan talenta berprestasi dalam akademik maupun seni dan budaya.(*)
