KETIK, PAGAR ALAM – style="text-align:justify">Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan.
Kondisi cuaca yang cenderung kering membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali meningkat.
Dalam sehari, Rabu (9/9), sedikitnya ada dua titik kebakaran harus ditangani tim gabungan, agar kobaran api tidak semakin meluas.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Pagar Alam Sumsel mencatat, kebakaran terjadi di kawasan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, sekitar pukul 14.55 WIB. Api membakar rumpun bambu dan semak yang berada di lahan tersebut.
Kepala BPBD Kota Pagar Alam Sumsel Drs Agus Ahmad MSi melalui Kasubbid Logistik Panca Panca Putra SE mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“BPBD menerima laporan dari masyarakat dan tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Panca.
Belum selesai penanganan di Karang Dalo, kata Panca, laporan kebakaran kembali masuk dari kawasan Endikat Bandar, Kelurahan Kance Diwe, Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagar Alam Sumsel, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kali ini, api melanda lahan semak belukar, dengan luasan diperkirakan mencapai 7 hektare.
Besarnya area yang terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan kerja sama berbagai pihak. "Personel BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), masyarakat serta unsur terkait berjibaku mengendalikan kobaran api,” ujar Panca.
Sejumlah armada dikerahkan dalam penanganan tersebut, yakni satu unit mobil L300, satu unit mobil tangki dan satu unit Hilux milik BPBD Kota Pagar Alam Sumsel, ditambah satu unit mobil pemadam milik Dinas Damkarmat.
Berkat kesigapan dan gotong royong tim di lapangan, api berhasil ditangani sehingga tidak menjalar ke wilayah lainnya.
Dalam kejadian tersebut juga tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Meski api telah berhasil dipadamkan, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi kemarau.
Lahan yang kering dan vegetasi, yang mudah terbakar dapat membuat api dengan cepat membesar dan menjalar.
Panca mengimbau, agar warga meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun maupun lahan terbuka.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah, semak ataupun lahan secara sembarangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar-bakar lahan dan kebun. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sebelum meluas,” pungkas Panca.
