KETIK, SURABAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno tak hanya mengancam kelestarian alam, tetapi juga berdampak pada kebutuhan air bersih warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Kerusakan jaringan pipa air akibat kebakaran membuat pasokan air ke permukiman terganggu hingga sejumlah warga mengalami krisis air bersih.
Salah satu warga mengaku mulai mengalami kesulitan air sejak malam 17 Oktober 2026. Kondisi tersebut semakin terasa ketika aliran air di tempat tinggalnya mati total pada 18 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 7.616 jiwa di Desa Jatiarjo terdampak krisis air bersih akibat kerusakan jaringan pipa. Namun, kondisi setiap wilayah dan kebutuhan bantuan warga masih perlu dipastikan lebih lanjut.
Upaya penyaluran air bersih mulai dilakukan oleh sejumlah pihak. Berdasarkan catatan distribusi pada 18 Oktober 2026, sebanyak tujuh tangki air bersih disalurkan melalui empat sumber bantuan, yakni DPC PKS Kabupaten Pasuruan, Taman Safari Indonesia (TSI), PKB, dan donatur yang tercatat sebagai Hamba Allah.
“Jumlah penduduk Jatiarjo 7.616 jiwa, terbagi dalam tiga dusun dan tersebar di 42 RT. Semua akses air bersih kami terputus. Kebutuhan air minimal per hari mencapai 42 tangki berkapasitas 5.000 liter. Mohon bantuannya agar semua warga bisa mendapatkan air,” ujar Dardiri dalam unggahan yang dibagikan melalui media sosial dikutip Senin, 19 Oktober 2026.
Meski bantuan mulai berdatangan, informasi dari warga menyebutkan bahwa distribusinya belum menjangkau seluruh RT secara merata. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan bagi warga yang terdampak, terutama di wilayah yang belum menerima bantuan.
Bagi masyarakat, air bersih merupakan kebutuhan mendasar untuk memasak, mandi, mencuci, dan menjaga kebersihan sehari-hari. Karena itu, penyaluran bantuan yang menjangkau seluruh wilayah terdampak menjadi penting sembari menunggu perbaikan jaringan pipa.
penanganan karhutla dan pemulihan jaringan air bersih menjadi dua hal yang sama-sama mendesak. Api perlu segera dikendalikan agar kerusakan tidak meluas, sementara perbaikan pipa dibutuhkan supaya pasokan air dapat kembali normal.
Di tengah penanganan karhutla Gunung Arjuno, warga Jatiarjo berharap bantuan air bersih dapat terus disalurkan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Sebab, ketika pasokan air terhenti, kepedulian dan bantuan yang tepat waktu menjadi sangat berarti bagi kehidupan sehari-hari.(*)
