KETIK, SITUBONDO – Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) menggelar Pawai Santri ratusan siswa-siswi Madrasah Diniyah (Madin) dari 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo, Sabtu 31 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 yang mengambil tema “Santri Situbondo Ngaji, Mengabdi, Ngispirasi”. Suasana meriah mewarnai pelaksanaan pawai santri yang diikuti ratusan siswa-siswi Madrasah Diniyah di Kabupaten Situbondo.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk syiar Islam sekaligus upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keagamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti pawai dengan mengenakan busana muslim yang beragam.
Pawai santri ini tidak hanya menjadi ajang memeriahkan kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarsiswa, guru, dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para santri semakin termotivasi untuk menuntut ilmu agama serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo komitmen dalam penguatan pendidikan keagamaan. “Jumlah seluruh siswa-siswi lebih 700 lembaga madrasah di bawah naungan Kementerian Agama, saat ini terpilih sebanyak 17 lembaga perwakilan dari 17 kecamatan,” kata Wabup Ulfi.
Wabup Situbondo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang telah memberikan kontribusi besar. Karena, madrasah merupakan salah satu pendidikan agama yang tersebar di plosok desa maupun sudut-sudut Kota Santri ini.
“Situbondo selalu disebut sebagai Kota Santri, maka dalam Peringatan Hari Santri, kita menampilkan berbagai kegiatan yang bersifat kesantrian. Ke depan juga akan dilaksanakan berbagai musabaqah serta perlombaan, seperti hadrah dan pidato,” kata Mbak Ulfi.
Mbak Ulfi secara khusus mengucapkan terima kasih kepada panitia dengan FKDT sebagai leading sector serta para siswi dari SD Islam Al-Abror Situbondo yang telah berkontribusi luar biasa dalam menyemarakkan semangat kepahlawanan santri di tahun ini.
“Mengingat sejarah Resolusi Jihad yang lahir dari gagasan para ulama dan tokoh terdahulu, maka saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangkitkan kembali semangat belajar di madrasah-madradah,” tutur Mbak Ulfi.
Tak hanya itu yang disampaikan Wabup Situbondo ini, tapi dia juga menyampaikan, pemerintah daerah komitmen dalam mengawal Peraturan Daerah (Perda) Madrasah Diniyah Takmiliyah. Langkah kolaboratif ini diambil agar pendidikan madrasah ke depannya semakin baik dan terakreditasi secara formal.
“Dengan terbitnya perda tersebut, nantinya adik-adik santri yang bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMP atau MTs dan harus memiliki surat keterangan atau ijazah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama bahwa mereka telah melaksanakan pendidikan madrasah,” jelas Wabup Ulfi.
Dalam kesempatan tersebut, Mbak Ulfi juga berbagi pengalaman pribadi untuk memotivasi para santri agar tidak pernah berputus asa atau merasa minder dalam menuntut ilmu.
“Saya juga merasakan hal yang sama, dulu setelah pulang dari SD atau SMP, saya tetap melanjutkan pendidikan di madrasah. Walaupun terkadang terasa terlambat, ini adalah bagian dari usaha memintarkan agama. Pendidikan agama dan umum harus seimbang sebagai bekal kehidupan kita di dunia maupun di akhirat,” pungkas Wabup Situbondo.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi ajang motivasi bagi adik-adik santri untuk terus berprestasi dan melestarikan tradisi keilmuan pesantren di tengah derasnya arus modernisasi. (*)
