Hari Kartini 2026, Politisi Dini Rahmania Tegaskan Makna Emansipasi Perempuan Tangguh

21 April 2026 15:23 21 Apr 2026 15:23

Muhammad Roihan, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hari Kartini 2026, Politisi Dini Rahmania Tegaskan Makna Emansipasi Perempuan Tangguh

Hj. Dini Rahmania, Anggota DPR RI Fraksi NasDem. (Foto: istimewa)

KETIK, SURABAYA – Peringatan Hari Kelahiran Raden Ajeng Kartini selalu dikenang sebagai momentum emansipasi perempuan yang jatuh pada Selasa, 21 April 2026, 

Politisi perempuan Dini Rahmania menyampaikan pandangannya tentang makna emansipasi perempuan masa kini. Berlangsung di Surabaya, ia menekankan bahwa semangat perjuangan perempuan tidak hanya diwarisi dari tokoh seperti R.A. Kartini dan Malahayati, tetapi juga tercermin dalam kepemimpinan modern seperti Khofifah Indar Parawansa. 

Anggota komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem itu menegaskan bahwa esensi emansipasi terletak pada akses yang setara bagi perempuan untuk berkembang. Ia menyebut perempuan harus memiliki kesempatan yang sama untuk didengar, berkontribusi, dan memberi manfaat bagi masyarakat tanpa adanya batasan sosial maupun struktural.

“Inti dari emansipasi itu sederhana, perempuan diberi kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberi manfaat,” ujarnya.

Dini menilai R.A. Kartini sebagai sosok pembuka jalan bagi perempuan Indonesia. Ia menekankan bahwa kemajuan yang dirasakan perempuan saat ini mulai dari akses pendidikan hingga kesempatan memimpin tidak lepas dari keberanian Kartini dalam melawan keterbatasan zamannya.

“Tugas kita sekarang bukan lagi membuka jalan seperti Kartini, tapi melanjutkan dan mengisi jalan itu dengan karya nyata,” tuturnya.

Selain itu, Dini juga menyoroti sosok Malahayati sebagai simbol keberanian perempuan dalam sejarah Indonesia. Jika Kartini dikenal melalui pemikiran, Malahayati, menurutnya, menunjukkan bahwa perempuan juga mampu berada di garis depan perjuangan, bahkan dalam situasi paling sulit.

“Sosok Malahayati mengajarkan bahwa perempuan tidak hanya kuat secara hati, tetapi juga kuat dalam tindakan,” jelasnya.

Sementara itu, Dini mengapresiasi kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa sebagai representasi perempuan tangguh di era modern. Ia menilai Khofifah mampu memadukan ketegasan dalam memimpin dengan kepedulian terhadap masyarakat.

“Ini penting, karena kepemimpinan perempuan sering kali lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat” terangnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

#DiniRahmania #harikartini #PerempuanTangguh #EmansipasiPerempuan #PolitisiPerempuan infosurabaya