Kartini Era Digital: Rini Indriyani Ungkap Strategi Lawan FOMO dan Jaga Keseimbangan Perempuan Modern

21 April 2026 12:54 21 Apr 2026 12:54

Siska Nabilah Q. N., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kartini Era Digital: Rini Indriyani Ungkap Strategi Lawan FOMO dan Jaga Keseimbangan Perempuan Modern

Ketua TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kota Surabaya Rini Indriyani. (Foto: Akun Resmi Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Di tengah derasnya arus digital dan perubahan generasi, sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kota Surabaya terus diperkuat untuk menjawab tantangan baru perempuan masa kini.

Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, dalam momentum peringatan Hari Kartini, Senin, 20 April 2026, sebagai upaya merumuskan strategi menghadapi fenomena FOMO (fear of missing out) sekaligus menjaga keseimbangan peran perempuan di ranah publik dan keluarga.

Rini Indriyani memaknai Hari Kartini sebagai refleksi atas pergeseran perjuangan perempuan. Jika dahulu perempuan berjuang membuka akses pendidikan dan kesetaraan, kini tantangan berkembang menjadi bagaimana memanfaatkan peluang tanpa kehilangan peran dalam keluarga.

“Perjuangan Kartini hari ini bukan lagi soal membuka akses, tetapi bagaimana memanfaatkan peluang tanpa kehilangan peran di dalam keluarga,” ujar Bunda Rini, sapaan akrabnya.

Menurutnya, perempuan masa kini hidup dalam kelimpahan kesempatan, baik dalam pendidikan maupun karier. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru yang lebih kompleks, terutama dalam menjaga keseimbangan antara peran profesional dan domestik.

“Perempuan dituntut mampu menjalankan dua peran sekaligus. Karena itu, keseimbangan menjadi kunci agar tetap bisa berkontribusi tanpa mengabaikan peran strategis dalam keluarga,” jelasnya.

Di era digital, tantangan pengasuhan anak juga semakin berkembang. Bunda Rini menekankan bahwa orang tua, khususnya ibu, tidak cukup hanya mengawasi, tetapi harus memahami dunia anak, termasuk aktivitas mereka di ruang digital.

“Orang tua harus memahami apa yang diakses anak melalui gawai. Teknologi bisa membawa manfaat besar, tetapi juga berisiko jika tidak diarahkan,” tegasnya.

Ia menilai, pendekatan komunikasi dengan anak juga harus menyesuaikan perubahan generasi yang lebih terbuka dan ekspresif. Peran ibu tidak lagi sekadar mengatur, tetapi juga menjadi teman yang mampu mendengar dan memahami anak.

“Ibu hari ini harus bisa menjadi teman bagi anak, karena mereka membutuhkan ruang untuk didengar, bukan sekadar diatur,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya batasan dalam pola asuh. Pendekatan tarik ulur dinilai menjadi strategi efektif untuk memberikan kebebasan sekaligus menjaga arah tumbuh kembang anak.

Selain itu, fenomena FOMO (fear of missing out) juga menjadi perhatian serius. Tekanan untuk selalu mengikuti tren dinilai dapat membuat generasi muda kehilangan jati diri.

“Setiap anak punya potensi berbeda. Jangan memaksakan diri mengikuti orang lain. Justru keunggulan muncul ketika seseorang mengenali dirinya sendiri,” jelasnya.

Rini juga menyoroti pentingnya kesehatan perempuan, baik fisik maupun mental. Menurutnya, kondisi emosional seorang ibu sangat berpengaruh terhadap keharmonisan keluarga.

“Ibu adalah penopang keluarga. Kalau ibu sehat dan bahagia, keluarga juga akan ikut sehat,” ungkapnya.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemkot Surabaya bersama TP PKK terus menguatkan program pemberdayaan keluarga. Di antaranya melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) untuk pendidikan pola asuh anak usia dini serta program Kemangi atau Kelas Remaja, Orang Tua Tangguh, Kreatif, dan Mandiri bagi orang tua dengan anak remaja.

Pada akhirnya,Rini menegaskan bahwa Kartini masa kini adalah perempuan yang mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati diri, memiliki kecakapan teknologi, kekuatan mental, dan empati sosial.

“Tiga hal itu penting, kemampuan teknologi, kekuatan mental, dan empati. Dengan itu, perempuan tidak hanya melanjutkan perjuangan Kartini, tetapi juga menciptakan masa depan,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemkot.Surabaya infosurabaya #harikartini #BeritaApril #TpPkk #RiniIndriyani #LawanFomo #EraDigital #PerempuanModern