Hadiri IGPR Summit 2026 di NTB, Kabag Humas Zainal Muttaqin Kenalkan Konsep Triangle Shield

28 Juli 2026 13:52 28 Jul 2026 13:52

Fitra Herdian, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hadiri IGPR Summit 2026 di NTB, Kabag Humas Zainal Muttaqin Kenalkan Konsep Triangle Shield

Kabag Humas Pemprov Jatim, Zainal Muttaqin saat mengisi forum Indonesia Government Public Relations (IGPR) Summit 2026 di Mataram, NTB. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, MATARAM – Forum Indonesia Government Public Relations (IGPR) Summit 2026 digelar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 27-29 Juli 2026, mengusung tema Government Public Relations in the Digital and Artificial Iintelligence Era. Pada forum tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemprov Jatim, Zainal Muttaqin menjadi salah satu pematerinya.

Di hadapan para peserta, Zainal membawakan materi yang berjudul "Strengthening Public Communication and Public Trust: Membangun SDM Humas Pemerintah yang Humanis". 

Ia menegaskan, bahwa keberhasilan humas pemerintah di era digital seperti sekarang tidak lagi ditentukan oleh kecepatan menyampaikan informasi, tetapi oleh kemampuan membangun dan menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang kolaboratif, kredibel dan tetap berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

Zainal juga memperkenalkan konsep Triangle Shield Humas Pemerintah sebagai model penguatan komunikasi publik yang menempatkan Humas Pentahelix, SAKTI Framework dan Humas Humanis.

Tiga pilar itu, katanya, menjadi poin utama membangun kepercayaan publik. Tiga elemen itu juga saling melengkapi, sehingga mampu menjadi pelindung bagi humas pemerintah dalam menghadapi distrupsi era digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI). 

"Humas pemerintah harus mampu membangun jejaring kolaboratif melalui pendekatan Humas Pentahelix, memperkuat kompetensi SDM melalui SAKTI Framework, sekaligus memastikan setiap komunikasi dilakukan secara empatik melalui konsep Humas Humanis. Ketiganya menjadi Triangle Shield yang menjaga kepercayaan publik," ujar Zainal dikutip dari keterangan tertulis.

Lebih lanjut, Humas Pentahelix merupakan pendekatan yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, dunia usaha dan komunitas melalui proses stakeholder mapping, listening, engagement, kolaborasi hingga evaluasi.

SAKTI Framework, ia jelaskan, merupakan kerangka kompetensi SDM humas pemerintah yang terdiri atas nilai Sigap, Akurat, Kredibel, Transparan dan Inklusif.

Kerangka tersebut mendorong budaya kerja humas yang diawali dengan mendengarkan, memverifikasi informasi, menyusun narasi yang tepat, mendistribusikan pesan secara efektif, merespons secara cepat, dan melakukan evaluasi berkelanjutan. 

Adapun Humas Humanis, lanjutnya, merupakan pendekatan komunikasi yang menempatkan empati sebagai fondasi pelayanan publik.

"Mendengar sebelum menjawab, memahami sebelum menjelaskan, dan melayani sebelum membela diri merupakan karakter utama humas pemerintah. Teknologi dapat mempercepat penyampaian pesan, tetapi empati yang membuat pesan itu dipercaya," tegasnya.

Menurut Zainal, AI memang mampu membantu humas dalam melakukan pemantauan isu, analisis data, hingga produksi konten secara lebih cepat. Namun, AI tidak akan pernah menggantikan nilai-nilai kemanusiaan, etika, integritas, dan tanggung jawab moral seorang praktisi humas.

"AI boleh menjadi mesin penggerak, tetapi manusia harus tetap menjadi kompasnya. Public trust tidak dibangun oleh algoritma, melainkan oleh komunikasi yang jujur, konsisten, kolaboratif, dan memanusiakan manusia," ungkapnya.

Zainal juga memaparkan praktik baik yang telah diterapkan Pemprov Jatim dalam membangun komunikasi publik, mulai dari penguatan pemetaan pemangku kepentingan, budaya kerja SAKTI, pengembangan listening dan early warning system, orkestrasi narasi lintas perangkat daerah, etika pemanfaatan AI, hingga pengukuran tingkat public trust sebagai indikator utama keberhasilan komunikasi pemerintah.

"Kecepatan informasi memang penting, tetapi kepercayaan publik jauh lebih penting. Karena itu, tugas utama humas pemerintah adalah memastikan setiap inovasi teknologi selalu berjalan seiring dengan integritas, empati, dan kepentingan masyarakat," pungkasnya. 

Sementara itu, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan IGPR Summit 2026 merupakan momentum strategis yang menjadikan Lombok sebagai episentrum Government Public Relations Indonesia. 

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, media, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam membangun komunikasi publik yang adaptif sekaligus mampu menjawab tantangan era digital dan Artificial Intelligence.

Sementara itu, mewakili Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa humas pemerintah memegang peran sentral dalam membangun sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

Di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi teknologi, humas dituntut mampu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga kredibilitas pemerintah tetap terjaga.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh praktisi humas pemerintah dari berbagai tingkatan instansi di seluruh Indonesia, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga perguruan tinggi negeri dan swasta. 

Turut hadir mewakili Gubernur Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., Ketua MUI Provinsi NTB Dr. TGH. Badrun, M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Literasi dan Profesi SDM Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Digital Dr. Noor Iza, S.T., M.Sc., Guru Besar UIN Mataram Prof. Dr. Baiq El-Badriati dan Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, QH., M.A., Sekretaris Jenderal DPP Iprahumas Dr. Mayrianti Annisa Anwar, M.P., serta Ketua PC Iprahumas NTB Suhirman Adita, M.Pd., perwakilan Bank Indonesia NTB, bersama para akademisi, praktisi, dan pegiat komunikasi publik dari berbagai daerah di Indonesia. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kabag Humas Jatim Zainal Muttaqin Forum Humas Nasional Igpr 2026