Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri

15 April 2026 11:39 15 Apr 2026 11:39

Siska Nabilah Q. N., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menerima kunjungan peserta SESPIMTI Lemdiklat Polri di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 14 April 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan strategi keberhasilan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional saat menerima kunjungan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) Pendidikan Reguler (DIKREG) Polri ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Gedung Negara Grahadi, Selasa, 14 April 2026.

Kunjungan dalam rangka Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) ini diikuti oleh para perwira menengah (Kombes) dan perwira tinggi (Brigjen) Polri, yang mempelajari langsung berbagai capaian pembangunan Jawa Timur di berbagai sektor.

Khofifah menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan Jawa Timur terletak pada sinergi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran strategis TNI-Polri dalam mendukung ketahanan pangan.

"Apa yang kami lakukan sesungguhnya adalah sinergi dan kolaborasi antarseluruh elemen. Seperti ketahanan pangan, contohnya, ada kontribusi dari TNI-Polri yang memetakan luas tambah tanam, bagaimana irigasi-irigasi tersier bisa mempersambungkan sumber air dengan daerah-daerah yang memang membutuhkan irigasi dan lain sebagainya," kata Khofifah.

Ia menambahkan, posisi strategis Jawa Timur sebagai "Gerbang Baru Nusantara" turut memperkuat perannya dalam distribusi logistik nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.

"Ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, karena hampir 80 persen logistik Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur. Oleh karena itu, kami membutuhkan masukan dan rekomendasi untuk memperkuat sinergi agar lebih produktif dan maju," lanjutnya.

Khofifah menjelaskan, sejak 2020 Jawa Timur konsisten menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras terbesar secara nasional. Selain itu, kontribusi produksi jagung Jawa Timur juga mencapai hampir 30 persen secara nasional.

"Semuanya atas sinergi banyak pihak. Artinya memang Jawa Timur ini ruang berproses dan ruang bertumbuh. Ruang untuk memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Maka, apa yang sebetulnya bisa kita bangun kesinambungan dari pertemuan malam hari ini adalah bagaimana menularkan praktik terbaik ini," jelasnya.

Sebagai bagian dari diseminasi praktik terbaik, Pemprov Jawa Timur juga aktif melakukan misi dagang ke berbagai daerah dengan menekankan prinsip tumbuh dan sejahtera bersama.

"Kami pernah membuatkan peta bahwa sesungguhnya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, kita bisa swasembada daging. Jawa Timur kebetulan disupport oleh BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) Kementerian Pertanian yang lokasinya di Singosari, Malang," kata Khofifah.

"Di BBIB ini kami bisa mendapatkan pelatihan sangat banyak tentang pengawas kebuntingan untuk sapi dara bunting maupun petugas inseminator buatan. Dulu ada sembilan gubernur yang saya minta mengirim tim supaya mereka di-training untuk belajar di sini," ungkapnya.

Ia optimistis sektor peternakan dapat menjadi sumber ekonomi baru, mengingat potensi produksi susu sapi di wilayah seperti Malang dan Blitar yang mampu mencapai hingga 50 liter per ekor per hari.

"Kalau ini bisa menjadi bagian dari rencana aksi, pertemuan ini bisa dilanjutkan dengan kunjungan ke BBIB Singosari. Saya rasa ini akan menjadi penguat. Proses inseminasi buatan bisa dilihat hasilnya dalam 9 bulan. Dalam 2 tahun, sapi rata-rata sudah mencapai 600 kilogram," ujarnya.

Selain itu, Jawa Timur juga menyumbang sekitar 51–52 persen produksi gula nasional. Jika program swasembada gula berjalan optimal, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mandiri dalam sektor tersebut.

Di bidang pembangunan manusia, Khofifah menyebut Jawa Timur terus menunjukkan capaian positif. Selama tujuh tahun berturut-turut, siswa SMA/SMK Jawa Timur menjadi yang tertinggi diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes, baik melalui jalur reguler maupun KIP Kuliah.

"Masyarakat Jawa Timur memiliki kemampuan inovasi yang tinggi, partisipatif, serta modern dan toleran. Kombinasi ini penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya harap kunjungan ini bisa menularkan hal-hal baik dan praktik terbaik di Jawa Timur," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan PKDN SESPIMTI, Jawari, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan mengimplementasikan kompetensi kepemimpinan yang telah diperoleh secara teoritis.

"Jadi, Jawa Timur ini layak menjadi lokasi pembelajaran bagi para calon pimpinan tinggi. Perlu kami laporkan kepada Ibu Gubernur bahwa teman-teman ini di lembaga pendidikan itu diberikan kemampuan kepemimpinan transformatif agar mampu menghadapi tantangan tugas ke depan. Sehingga melalui kedatangan ini mereka dapat melihat secara langsung sejauh mana implementasi di lapangan," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

#SespimtiPolri Gubernur Khofifah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa #Jatim Lumbung Pangan Gerbang Baru Nusantara Berita jatim Info Jatim Berita Jawa Timur