Gagas THP Hutan Pangan Wotan, Didik Ajak Ibu-Ibu Putar Ekonomi Desa

20 September 2026 20:20 20 Sep 2026 20:20

Aris Erwandi, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gagas THP Hutan Pangan Wotan, Didik Ajak Ibu-Ibu Putar Ekonomi Desa

Inisiator gerakan pemberdayaan masyarakat, Didik Ah Sihabul Milah (kiri), memperlihatkan hasil panen sayuran pakcoy segar di area kebun THP Tematik Hutan Pangan Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Minggu, 20 September 2026. (Foto:Aris/Ketik.com)

KETIK, GRESIK – Kebutuhan sayur harian warga tak lagi harus mendatangkan dari luar wilayah. Melalui gerakan THP Tematik Hutan Pangan Desa Wotan yang memanfaatkan lahan kawasan hutan, masyarakat diajak membangun ekosistem ekonomi mandiri di Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Minggu 20 September 2026.

​Program pemberdayaan yang diinisiasi oleh Didik Ah Sihabul Milah ini mengusung pembagian peran yang teratur antara kelompok pria dan wanita.

​Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) difokuskan untuk memproduksi sayuran segar di lahan kawasan hutan tersebut, sementara ibu-ibu rumah tangga diberi peran mengelola pemasaran dan menjualnya langsung ke tetangga serta warga sekitar.

​Lewat skema ini, warga tidak lagi sekadar menjadi pembeli sayur dari luar. Masyarakat kini memegang kendali penuh dari awal: menanam sendiri, memanen sendiri, menjual sendiri, hingga menikmati hasil panennya sendiri.

​Didik Ah Sihabul Milah menjelaskan, skema ini dibangun agar uang belanja harian warga tidak mengalir ke luar, melainkan terus berputar di dalam desa.

​“Bapak-bapak petani kita dampingi untuk belajar menanam sayur. Ibu-ibu nanti bisa menjual sayur segar kepada warga desa. Kita ingin bapak-bapak menjadi produsen dan ibu-ibu menjadi bagian dari pemasaran. Jadi ekonomi ini berputar di desa,” ujar Didik.

​Kehadiran kebun sayur desa ini sekaligus memangkas jalur distribusi yang panjang. Para petani mendapat kepastian penghasilan dari hasil kebunnya, ibu-ibu rumah tangga mendapat peluang usaha baru, dan warga desa bisa menikmati sayuran segar tanpa perlu pergi jauh ke pasar luar.

​Bagi Didik, kunci utama dari gerakan ini bukanlah sekadar memberikan bantuan, melainkan membangun kemampuan serta kemandirian warga secara berkelanjutan melalui proses belajar, pendampingan, dan kedisiplinan produksi.

​“Kita tidak ingin masyarakat hanya menerima bantuan. Kita ingin mereka mempunyai kemampuan untuk menghasilkan. Kalau petani bisa menanam, ibu-ibu bisa menjual, dan warga bisa membeli hasil produksi sendiri, maka kita sudah mulai membangun ekonomi dari bawah,” tutur Didik.

​Dengan mengusung semangat “Menanam Pangan. Memberdayakan Warga. Menghidupkan Ekonomi Desa,” gerakan THP Tematik Hutan Pangan Desa Wotan ini diharapkan terus berkembang menjadi wadah belajar sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi setiap keluarga di Desa Wotan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Didik Sihabul Petani Gresik Desa Wotan Kecamatan Panceng Ekonomi Desa Panen Sayur Tematik Hutan Pangan THP