KETIK, SURABAYA – Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi pada Rabu, 17 Juni 2026. Para demonstran berasal dari gabungan BEM dari sejumlah universitas di Surabaya.
Berdasarkan pantauan Ketik.com, massa aksi sudah mulai berkumpul di depan Gedung Grahadi sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka melakukan orasi secara bergiliran, dengan pembahasan utama mengenai evaluasi program Makan Bergizi Gratis hingga tinjau ulang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sembilan tuntutan kepada pemerintah. Di antaranya evaluasi total Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), pencabutan Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri, penghentian militerisme di ranah sipil, pencopotan pejabat yang dinilai tidak kompeten, hingga peninjauan ulang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok.
Para mahasiswa membawa 9 tuntutan dalam aksi demonstrasi yang berlangsung pada sore hari ini, di antaranya mendesak pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat stabilitas cadangan devisa.
Kemudian evaluasi total program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), pencabutan Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri, penghentian militerisme di ranah sipil, pencopotan pejabat yang dinilai tidak kompeten hingga peninjauan ulang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan pokok.
Sementara itu, Gedung Negara Grahadi dijaga oleh pihak kepolisian. Mereka sudah memasang pagar kawat berduri untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Arus lalu lintas dari mulai Jalan Tunjungan mengalami kepadatan karena akses di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya ditutup.
Jalan putar balik dari Jalan Tunjungan ke Jalan Gubernur Suryo juga ditutup. Pengendara diarahkan menuju Jalan Embong Malang, Surabaya. (*)
.png)