Dari Tape dan Lemang, Bupati Safaruddin Harumkan Abdya hingga di Kancah Dunia

25 April 2026 21:09 25 Apr 2026 21:09

T. Rahmat

Editor
Thumbnail Dari Tape dan Lemang, Bupati Safaruddin Harumkan Abdya hingga di Kancah Dunia

Sertifikat MURI yang dicapai Kabupaten Abdya dari sajian tape dan lemang dalam perayaan HUT ke-24 Abdya, Sabtu, 25 April 2026. (Foto: T. Rahmat/Ketik)

KETIK, ACEH BARAT DAYA – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, menorehkan sejarah gemilang pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 dengan mencatatkan rekor dunia melalui sajian kuliner khas daerah.

Di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli, capaian ini menjadi tonggak penting yang mengangkat nama Abdya hingga ke panggung internasional, meski pemerintahan mereka baru memasuki tahun kedua.

Prestasi tersebut diraih melalui kegiatan “Meuseraya Toet Leumang” yang digelar di bantaran Krueng Beukah, Desa Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie pada Sabtu, 25 April 2026.

Dalam kegiatan itu, masyarakat bersama pemerintah daerah berhasil membakar 15 ribu lemang dan menyajikan puluhan ribu tape, menjadikannya sebagai sajian terbanyak yang pernah tercatat.

Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Luthfi Syah Pradana, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut telah melalui proses verifikasi ketat. Berdasarkan hasil penghitungan, jumlah lemang dan tape yang disajikan dinyatakan memenuhi kriteria sebagai yang terbanyak, sehingga resmi dicatat sebagai rekor dunia.

“Setelah dilakukan verifikasi atas jumlah sajian yang diklaim, MURI menetapkan Abdya sebagai pemegang rekor dunia untuk sajian lemang dan tape terbanyak,” ujar Luthfi dalam seremoni penyerahan penghargaan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Abdya atas kolaborasi dan semangat yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga berpotensi mendorong kemajuan dan daya tarik Abdya di masa mendatang.

“Semoga dengan rekor dunia ini, Abdya semakin maju dan berkembang, serta dikenal lebih luas,” tambahnya.

Momentum bersejarah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan Safaruddin–Zaman Akli, Abdya mampu melesat cepat dan menunjukkan daya saing, bahkan di level global. Dalam waktu relatif singkat, keduanya berhasil mengorkestrasi potensi budaya lokal menjadi kekuatan yang mendunia.

Di lokasi kegiatan, Bupati Safaruddin secara langsung menerima piagam penghargaan dari pihak MURI yang diserahkan oleh Luthfi Syah Pradana, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Abdya. Penyerahan tersebut disambut meriah oleh masyarakat yang memadati lokasi acara.

Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kekayaan kuliner tradisional Aceh, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Abdya. Lebih dari itu, rekor dunia ini menegaskan posisi Abdya sebagai daerah yang mampu mengangkat identitas lokal ke panggung internasional melalui inovasi dan kolaborasi. (*)

Tombol Google News

Tags:

#BupatiAbdya safaruddin Muri lemang Tape Kuliner #HutAbdya #AcehBaratDaya Aceh abdya