KETIK, JAKARTA – Koordinator Gerakan Politik dan Ekonomi Kerakyatan (GERPOLEK) Usman Harun menyebut bahwa tender paket konstruksi di DCKTR yang sedang berjalan sudah ditentukan pemenangnya sejak awal.
"Berdasarkan hasil investigasi, kami menduga bahwa calon pemenang tender pada paket konstruksi DCKTR yang sedang berjalan sekarang, sudah ditentukan sejak sebelum tender tersebut digelar," kata Usman kepada media ini. Senin, 27 Juli 2026.
Adapun paket-paket konstruksi yang sedang berjalan tendernya mulai dari pembangunan sarana dan prasarana kantor Damkar dan BPBD, Peningkatan Sarana Prasarana TK Pembina 8, Peningkatan Sarana dan Prasarana Gedung UPT DP3AP2KB, Penataan Ruang dan Peningkatan Sarpras RSU Pondok Aren, Peningkatan GSG Kecamatan Pamulang.
Usman Harun mengklaim bahwa data-data perusahaan calon pemenang sudah didapatkan, mulai dari akte perusahaan, SBU, pengalaman dan calon tenaga ahlinya.
"Kami menunggu pengumumang pemenang, apabila pemenang paket-paket tersebut sesuai dengan info yang kami dapatkan, maka kami akan laporkan Kepala ULP langsung ke Kejagung," ujarnya.
Hasil investigasi menunjukkan banyak calon penyedia yang tidak memiliki izin dalam melampirkan calon tenaga ahli. Info ini didapat dari hasil wawancara dengan salah seorang tenaga ahli yang memiliki SKK, dan merasa datanya dicatut tanpa izin.
"Banyak asal catut SKK, pas pekerjaan berjalan, tenaga ahlinya berbeda lagi dengan yang dilampirkan saat memasukkan dokumen penawaran," tuturnya.
Integritas Kepala ULP yang baru saja dilantik, Ihtian Hermansyah mulai diragukan oleh banyak kalangan di Tangerang Selatan. Pasalnya, yang bersangkutan dianggap tidak punya kendali penuh dalam memimpin ULP Kota Tangerang Selatan.
"Beliau kan sesuai request ya, bukan berdasarkan data. kalau ada request untuk memenangkan penyedia tertentu, meski dokumen penawaran bermasalah, tetep akam beliau lakukan. untuk meminimalisirnya, biasa calon penyedia sudah diberitahu persyaratan dokumen sebelum tender digelar, agar dokumen calon pemenang minim kesalahan," tutupnya.
Sementara itu wartawan media ini sudah berupaya melakukan konfirmasi ke kepala ULP Tangerang Selatan tapi yang bersangkutan tidak bersedia diwawancara dengan alasan belum serah terima jabatan (Sertijab).(*)
