KETIK, MALANG – Harga cabai rawit di Kota Malang mengalami kenaikan gila-gilaan pada momen Iduladha 2026. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta agar Pemkot Malang bersama daerah lain kompak menekan laju inflasi.
Hal tersebut disampaikan saat sidak ke Pasar Klojen didampingi oleh Pemerintah Kota Malang. Khofifah menjelaskan harga cabai rawit di Pasar Klojen sendiri cenderung lebih tinggi dibandingkan pasar lainnya di Kota Malang.
Jika di pasar lain harga cabai Rp80.000 per kilogram, di Pasar Klojen mampu menyentuh Rp100.000–Rp120.000 per kilogram. Ia meminta agar Pemkot Malang dapat kembali memaksimalkan kerja sama antardaerah (KAD).
"Cabai rawit di Pasar Klojen ada yang Rp100.000, ada yang Rp120.000, tapi di pasar lain di Malang bisa Rp80.000. Artinya KAD ini penting. Kira-kira apa yang jadi penyebab kemungkinan potensi inflasi," ujarnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Langkah mitigasi dan antisipatif harus dilakukan bersama, tidak hanya oleh pemerintah daerah setempat, tetapi juga antardaerah. Terlebih, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit, tetapi juga komoditas lainnya. Khofifah mencatat harga daging sapi telah mengalami kenaikan sejak menjelang Ramadan.
Seperti bawang merah, dari harga Rp35.000–Rp45.000 tergantung ukuran, kini menjadi Rp55.000–Rp60.000 per kilogram. Namun, banyak bahan pokok yang harganya cenderung stabil, bahkan menurun.
"Cabai keriting, cabai merah relatif standar. Kalau bawang putih standar harganya. Telur standar cenderung sedikit turun. Daging ayam turun Rp500," lanjutnya.
Menurut Khofifah, penting bagi Pemkot Malang untuk memasifkan KAD guna menjamin ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok. Hal tersebut agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
"Saling kita cek bersama bagaimana daya beli masyarakat bisa terjaga, keterjangkauan masyarakat terhadap sembako itu juga bisa kita siapkan dengan relatif terkontrol," tutupnya.
