KETIK, BATU – Mekanisme pengumpulan dukungan dalam pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu menuai keberatan dari sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor).
Pengisian formulir dukungan secara terbuka dinilai berpotensi menimbulkan tekanan terhadap pemilih dan mengurangi rasa keadilan dalam proses pemilihan.
Ketua Cabor Kurash Kota Batu, Suwito, mengungkapkan bahwa sejumlah pengurus cabor telah menghubunginya untuk menyampaikan keberatan terhadap mekanisme tersebut.
Menurutnya, keterbukaan identitas pihak yang memberikan dukungan dapat membuat pilihan masing-masing pengurus diketahui pihak lain, sementara tidak ada jaminan kerahasiaan dalam proses tersebut.
“Bagi saya, mengisi formulir dukungan itu seperti jebakan Batman. Siapa mendukung siapa dalam proses pemilihan akan diketahui umum. Tidak ada satu pun pihak yang menjamin dukungannya bersifat rahasia dan tidak diketahui pihak lain. Ini mencederai rasa keadilan,” ujarnya, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Selain persoalan formulir dukungan, Suwito menyoroti proses penjaringan calon Ketua Umum KONI Kota Batu yang dinilai belum disosialisasikan secara terbuka.
Ia menilai Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) belum memublikasikan secara jelas persyaratan maupun jadwal pendaftaran calon.
Kondisi tersebut dikhawatirkan membatasi kesempatan warga Kota Batu yang memiliki kemampuan dan kepedulian terhadap olahraga untuk ikut berkontestasi.
Padahal, menurut Suwito, proses pencalonan semestinya memberikan kesempatan kepada setiap orang yang memenuhi persyaratan.
“Tim Penjaringan dan Penyaringan calon Ketua Umum Koni tidak pernah memublikasikan pendaftaran, sehingga warga Kota Batu yang merasa mampu untuk menjadi Ketua Umum KONI tidak pernah terjaring,” ungkapnya.
Suwito mendorong agar persyaratan pencalonan diumumkan secara terbuka sehingga seluruh pihak memiliki informasi dan kesempatan yang sama.
Persyaratan yang dimaksud antara lain memiliki KTP Kota Batu, berpendidikan minimal SMA, serta merupakan pecinta dan pemerhati olahraga.
Ia menilai jumlah pendaftar tidak seharusnya menjadi persoalan selama para calon memenuhi ketentuan yang ditetapkan. Dengan begitu, proses seleksi dapat berlangsung lebih terbuka dan memberikan ruang bagi munculnya kandidat terbaik.
“Siapa pun yang memenuhi syarat seharusnya boleh mendaftar tanpa dibatasi. Puluhan orang tidak menjadi masalah. Biarkan nanti tim dan pengurus cabor yang memilih dengan bebas dan rahasia,” tegas Suwito.
Atas dasar itu, ia meminta mekanisme pengisian formulir dukungan yang berlaku saat ini dibatalkan dan diganti dengan sistem yang menjamin kerahasiaan pilihan pengurus cabor.
Setiap kandidat yang memiliki kapasitas untuk memimpin KONI Kota Batu perlu diberi kesempatan mendaftarkan diri tanpa hambatan yang tidak diperlukan.
Suwito berharap perbaikan mekanisme pemilihan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga di Kota Batu. Ia menilai proses pemilihan ketua umum yang baik menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan organisasi olahraga yang mampu membawa kemajuan bagi seluruh cabor.
“Cabang olahraga ingin prestasi olahraga di Kota Batu semakin lebih baik dengan diawali pemilihan calon Ketua Umum yang baik, transparan, jujur, dan profesional,” pungkasnya.(*)
