Bupati Situbondo Dorong UMKM dan Dekranasda Naik Kelas hingga Tembus Pasar Ekspor

10 Agustus 2026 20:59 10 Agt 2026 20:59

Heru Hartanto, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bupati Situbondo Dorong UMKM dan Dekranasda Naik Kelas hingga Tembus Pasar Ekspor

Prokopinda Situbondo foto bersama dengan Pengurus Dekrasnada, Senin 10 Agustus 2026 (Foto: Heru Hartanto/Ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo berkomitmen penuh mendorong potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kerajinan daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dalam pelantikan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Situbondo yang berlangsung di Pendopo Rakyat Situbondo, Senin, 10 Agustus 2026.

Dalam arahannya, Bupati yang akrab dipanggil Mas Rio menegaskan bahwa Kabupaten Situbondo telah dinobatkan sebagai Kabupaten UMKM. Potensi terbesar wilayah ini terletak pada sektor kerajinan yang menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi masyarakat.

Bupati Situbondo mengungkapkan salah satu tantangan terbesar sektor kerajinan lokal saat ini adalah masalah undername atau ketiadaan merek/lisensi mandiri atas nama daerah.

Menurutnya banyak produk kerajinan unggulan berbasis kayu, sulaman, hingga batik khas Situbondo, seperti dari wilayah Kendit dan Mlandingan dikirim dan dijual ke Bali, Jepang, hingga Eropa, namun menggunakan nama produk atau perusahaan dari luar daerah.

"Secara pertumbuhan ekonomi daerah hal ini sangat merugikan karena tidak tercatat sebagai komoditas ekspor dari Situbondo yang di BPS," tegas Bupati Situbondo.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Bupati Situbondo, pentingnya kelayakan UMKM melalui dua aspek utama, yakni administrasi dan legalitas. Pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta Sertifikasi Halal sangat penting.

Edukasi ekspor, kata Bupati Situbondo mendorong perbankan seperti BPD Jatim dan BTN untuk memberikan pendampingan serta pelatihan terkait mekanisme ekspor-impor bagi para pelaku UMKM.

"Selain penguatan legalitas, kunci keberhasilan UMKM dinilai berada pada strategi digital marketing. Berdasarkan teori pilihan rasional (rational choice), konsumen hanya akan membeli produk yang sudah mereka kenal," tutur Bupati Situbondo.

Oleh karena itu, Bupati Situbondo meminta Dekranasda bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk memanfaatkan public space serta media sosial secara masif.

"Salah satu terobosan yang didorong adalah pelatihan dan pelaksanaan jualan langsung secara digital bisa live streaming TikTok di ruang publik dan jaringan sosial lainnya," kata Mas Rio.

Pemkab Situbondo merencanakan menggelar pameran kerajinan di Alun-Alun Situbondo pada bulan November mendatang. Langkah ini diharapkan dapat menjadi ajang promosi serta menarik pembeli dari luar daerah.

Terkait permohonan penambahan anggaran bagi Dekranasda, kata Mas Rio, syarat pembuktian Dekrasnada harus menunjukan kinerja terlebih dahulu.

"Buktikan dulu kinerjanya, baru nanti kita anggarkan. Jika Dekranasda dan Diskoperindag benar-benar mampu mendorong masyarakat mengoptimalkan potensi kerajinan dan menjalankan strategi ini, saya siap menambah anggarannya hingga tiga kali lipat," pungkas Bupati Bupati Situbondo. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bupati Situbondo dorong Umkm Dan Dekrasnada naik kelas Hingga tembus Pasar Ekspor