KETIK, MALANG – Kabupaten Malang berhasil menggeser posisi Lumajang sebagai daerah penghasil pisang terbesar di Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi pisang pada 2025 mencapai 1,84 juta ton, meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat 1,56 juta ton.
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Malang menyumbang lebih dari separuh total produksi pisang Jawa Timur yang mencapai 2,81 juta ton. Artinya, lebih dari 50 persen kebutuhan produksi pisang di provinsi ini bertumpu pada Kabupaten Malang.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Sani Putera, menyebut peningkatan produksi ini didorong oleh meluasnya kawasan budidaya pisang, terutama di wilayah selatan Kabupaten Malang.
Menurutnya, kawasan Amstirdam (Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit) menjadi salah satu sentra utama karena memiliki ketersediaan lahan yang cukup luas dan cocok untuk pengembangan komoditas pisang.
Dari sisi wilayah, Kecamatan Dampit merupakan penyumbang produksi terbesar di Kabupaten Malang pada 2025 dengan capaian sekitar 807,4 ribu ton. Di bawahnya menyusul Kecamatan Poncokusumo dengan 215,9 ribu ton, serta Kecamatan Ampelgading dengan 191,78 ribu ton.
Salah satu varietas unggulan yang dikembangkan berasal dari Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, yakni pisang Sang Mulyo. Varietas ini dikenal memiliki ukuran tandan besar dengan jumlah 16 hingga 22 sisir serta bobot mencapai 50–70 kilogram per tandan.
Selain fokus pada peningkatan produksi, pemerintah daerah juga berupaya memperkuat akses pasar agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal.
Saat ini Kabupaten Malang membudidayakan beragam jenis pisang, mulai dari ambon, cavendish, kepok, candi, hingga pisang hijau.
