Bojonegoro Raih Peringkat 2 Nasional Serapan Pupuk Organik, Bukti Petani Semakin Sadar Lingkungan

29 April 2026 09:15 29 Apr 2026 09:15

Sukiman, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bojonegoro Raih Peringkat 2 Nasional Serapan Pupuk Organik, Bukti Petani Semakin Sadar Lingkungan

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah usai acara Foto Bersama Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani, dan jajarannya ("Foto Humas Pemkab Bojonegoro)

KETIK, BOJONEGORO – Petani di Kabupaten Bojonegoro semakin sadar lingkungan. Dalam acara Gebyar Petroganik 2026 bertema 'Tingkatkan Produktivitas Pertanian Bojonegoro', terungkap fakta bahwa ternyata Bojonegoro menempati peringkat kedua nasional dalam penyerapan pupuk organik (Petroganik).

Acara yang berlangsung pada Selasa, 28 April 2026, di Gedung Serbaguna Baresta, Jalan Monginsidi ini, menjadi momentum apresiasi bagi para petani dan distributor yang telah berkomitmen menjaga kualitas lahan pertanian di wilayah setempat. Di 2026, berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Bojonegoro mendapat alokasi bantuan pupuk organik sebanyak 13.948 ton.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah merasa bangga atas pencapaian tersebut. Peringkat kedua se-Indonesia ini menjadi indikator kuat bahwa petani di Bojonegoro semakin sadar akan pentingnya pupuk organik bagi keberlanjutan tanah.

"Pencapaian ini menandakan petani kita sadar akan manfaat pupuk organik. Penggunaan Petroganik bukan hanya soal hasil panen, tapi juga tentang menjaga kesehatan tanah untuk masa depan pertanian kita," ujar Nurul Azizah.

Meski mencetak prestasi, sektor pertanian Bojonegoro menghadapi tantangan serius pada jumlah SDM. Data menunjukkan penurunan jumlah petani yang cukup signifikan.

Di 2013 jumlah petani di Kabupaten Bojonegoro 366.484 orang, di 2023 sejumlah 333.951 orang. Hingga tahun 2026, mayoritas petani di Bojonegoro kini berada pada kategori usia di atas 60 tahun. 

Oleh karena itu, Pemkab Bojonegoro terus mendorong penggunaan teknologi modern seperti alat transplanter untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi tenaga kerja di sawah.

Perwakilan PT Pupuk Indonesia, Wahyu Dimas Adi Prakoso, memastikan distribusi pupuk ke petani berjalan lancar. Proses penyaluran kini telah terverifikasi ketat oleh petugas Pemkab Bojonegoro untuk menjamin ketepatan sasaran.

"Stok pupuk untuk periode April hingga Mei sangat mencukupi. Dari kurang lebih 300 Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), sebanyak 82 persen sudah memiliki stok di atas 1 ton. Jadi, petani tidak perlu khawatir," tegas Wahyu.

Senada dengan hal tersebut, Mitra Himpunan Produksi Pupuk Organik (HIMPO), Wahyu Aryo, menambahkan, tingginya angka serapan di Bojonegoro selama dua tahun terakhir menjadi alasan kuat bagi pihaknya untuk terus memberikan dukungan penuh di daerah ini.

"Menurut data dari dua tahun terakhir, serapan pupuk organik di Kabupaten Bojonegoro tertinggi kedua di Indonesia," ujarnya.

Sebagai bentuk penghargaan, acara ini juga diisi dengan penyerahan apresiasi kerja bagi sejumlah Usaha Dagang (UD) yang berprestasi dalam distribusi pupuk.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani, Plt. Kepala Dindagkop UM Bojonegoro, Muhammad Ahmadi, perwakilan PPL, distributor, serta tamu undangan lainnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

pupuk organik Pemkab Bojonegoro Gebyar Petroganik 2026 ian di wilayah setempat. Di 2026 berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah Perwakilan PT Pupuk Indonesia Wahyu Dimas Adi Prakoso