Bediding atau Penyakit? Penyebab Kematian Enam Ternak di Pringkuku Pacitan Masih Diselidiki

4 Juni 2026 10:38 4 Jun 2026 10:38

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Bediding atau Penyakit? Penyebab Kematian Enam Ternak di Pringkuku Pacitan Masih Diselidiki

Petugas kesehatan hewan mengambil sampel ternak yang mati di Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku. Sampel tersebut dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates untuk mengetahui penyebab kematian enam ekor ternak, Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Tiga ekor sapi dan tiga kambing di Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan dilaporkan mati dalam waktu berdekatan.

Penyebab kematian enam ekor ternak masih belum diketahui secara pasti. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, mengatakan sampel dari ternak yang mati telah dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Yogyakarta.

“Diambil sampelnya untuk diuji laboratorium,” kata Sugeng saat dikonfirmasi Ketik.com, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, pemeriksaan laboratorium diperlukan agar penyebab kematian ternak dapat diketahui secara akurat. 

Hingga saat ini, pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus tersebut berkaitan dengan penyakit tertentu atau faktor lain.

Sugeng juga belum berani mengaitkan kematian ternak dengan virus penyakit sapi ataupun fenomena bediding.

"Ternak yang mati terdiri dari pedet, sapi dara, sapi induk, serta kambing. Penyebabnya apa, belum kami ketahui,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengatakan cuaca dingin dapat memengaruhi kondisi kesehatan ternak. 

Suhu udara yang rendah berpotensi menyebabkan stres, terutama pada ternak muda atau yang dipelihara di kandang terbuka.

“Bisa mempengaruhi. Tapi menurut saya bukan faktor utama. Karena cuaca yang dingin bisa menyebabkan stres. Kemudian kandang yang terbuka juga menyebabkan angin masuk sehingga ternak bisa kedinginan, utamanya untuk ternak baru lahir atau ternak muda,” jelasnya.

Petugas kesehatan hewan saat ini terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus serupa.

DKPP juga mengimbau peternak untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi hewan ternaknya, terutama selama musim kemarau yang disertai suhu udara dingin pada malam hingga pagi hari.

“Masyarakat bisa segera melaporkan apabila ada kematian ternak. Ini untuk mengantisipasi adanya dampak lebih lanjut,” pintanya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Sugeng Santoso DKPP Pacitan Balai Besar Veteriner Wates Desa Pelem Kecamatan Pringkuku Sapi Mati Kambing Mati Kematian Ternak Bediding Cuaca Dingin kesehatan hewan Peternak Pacitan Uji Laboratorium kabupaten pacitan Berita pacitan Info Pacitan