BAZNAS Salurkan Rp871 Juta untuk Penguatan Ekonomi Pesantren dan Masjid di Gresik

8 Agustus 2026 18:44 8 Agt 2026 18:44

Daniel Andayawan, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail BAZNAS Salurkan Rp871 Juta untuk Penguatan Ekonomi Pesantren dan Masjid di Gresik

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, Saat Berikan Bantuan Penguatan Ekonomi di Ponpes Ihyaul Ulum Gresik Sabtu, 08 Agustus 2026 (Foto: Daniel Andayawan/Ketik.com)

KETIK, GRESIK – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 8 Agustus 2026. 

Bantuan tersebut disalurkan melalui tiga program, yakni Zmart Pesantren, BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur. Program itu menyasar penguatan ekonomi berbasis pesantren dan masjid sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

Peresmian program berlangsung di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik. BAZNAS mengalokasikan Rp350 juta untuk tujuh unit Zmart Pesantren, Rp500 juta untuk lima masjid melalui program BUMi, serta Rp21 juta untuk Program Santripreneur melalui Kebun Pemberdayaan Berbasis Ekonomi Sirkular.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid dan pesantren diarahkan untuk memperkuat kemandirian finansial masyarakat dari tingkat akar rumput.

"Sejak tahun 2022, BAZNAS telah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk program Zmart dan BUMi Masjid, di mana khusus wilayah Jawa Timur saat ini telah menjangkau kurang lebih 23 unit Zmart dan ratusan masjid di berbagai daerah," jelasnya.

BAZNAS mengembangkan penguatan modal usaha bagi pesantren dan masjid di Gresik melalui kolaborasi dengan Kemenko PM. Program tersebut juga mendapat dukungan koordinasi strategis dari Kementerian Koperasi dan Danantara untuk memperluas skala pembiayaan usaha mikro.

Sodik menyebut program BAZNAS Ultra Mikro (BUMi) Masjid secara nasional telah menjangkau 213 masjid di 35 provinsi. Program tersebut tercatat memiliki 10.641 penerima manfaat dan diarahkan untuk menggerakkan perekonomian syariah di tingkat masyarakat.

"Harapan kami melalui pendampingan dan perkuatan modal ini, para penerima manfaat di Jawa Timur kelak dapat bertransformasi dan mengalami peningkatan status dari mustahik menjadi muzakki," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menilai pesantren perlu ditempatkan sebagai salah satu ekosistem utama dalam upaya pengentasan kemiskinan sekaligus penggerak perekonomian daerah.

Menurut dia, pengembangan ekonomi yang bertumpu pada pesantren dan masjid dapat menjadi solusi agar masyarakat setempat ikut menikmati pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah perkembangan industrialisasi daerah.

"Tidak ada ekosistem yang paling kuat dan mengakar kecuali pesantren di Tanah Air kita, sehingga ekosistem penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan yang sangat siap itu adalah pesantren," ujar Muhaimin.

Pengurus Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, Asrorun Niam Sholeh, mengapresiasi pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan masjid di Gresik. Ia menilai program tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa.

Menurut Asrorun, kolaborasi pemerintah dan masyarakat melalui penyaluran modal Zmart serta BUMi Masjid berpotensi menciptakan efek berganda terhadap kesejahteraan masyarakat, baik secara jasmani maupun rohani.

"Maka ketika Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menempatkan dan memfokuskan kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, ini adalah langkah yang tepat dan patut diapresiasi," katanya.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Syarifuddin; Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat; Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin; serta Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik Muhammad Mujib.

Hadir pula Ketua HIMPSI Provinsi Jawa Timur Soerjantini Rahaju, Ketua BPJPH RI Ahmad Haikal Hassan, Asisten I Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat yang mewakili Gubernur Jawa Timur, serta Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani bersama jajaran pemerintah daerah. (*)

Tombol Google News

Tags:

Baznas RI menko PM Muhaimin Iskandar Sodik Mudjahid Baznas Jawa Timur Baznas Gresik