KETIK, MOJOKERTO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) mengimbau masyarakat beserta kewaspadaan menyusul prediksi BMKG Juanda soal potensi cuaca ekstrem hingga Maret. Ini untuk mengantisipasi Banjir Mojokerto terjadi di daerah lain.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan dalam beberapa waktu ini akan terjadi cuaca ekstrem hingga Maret mendatang.
"Kami mohon BPBD Kabupaten/Kota untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiap siagaan hingga Maret," ujarnya pada Jumat (8/3/2024).
Gatot menjabarkan cuaca ekstreem yang terjadi dalam sepekan telah berakibat pada bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.
Bencana hidrometeorologi meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung hingga hujan es.
"Kami juga meminta untuk berhati-hati utamanya saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Hindari berteduh di bawah pohon," papar Gatot.
Khusus terkait potensi bencana angin kencang, ia mengungkapkan jika bencana ini telah mengalami peningkatan eskalasi dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasar data Pusdalops BPBD Jatim per 28 Februari 2024, dalam dua bulan terakhir, jumlah kejadian bencana angin kencang di Jatim telah mendominasi dengan jumlah 47 kejadian.
Sedangkan kejadian banjir hanya tercatat 25 kejadian. Disusul angin puting beliung dan tanah longsor yang masing-masing hanya 3 dan 2 kejadian. (*)
Antisipasi Banjir Mojokerto, BPBD Jatim Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Maret
7 Maret 2024 08:00 7 Mar 2024 08:00
Shinta Miranda, Gumilang
Redaksi Ketik.com
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)
Tags:
BPBD Jatim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur BMKG Juanda Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto cuaca ekstrem maret Jawa timurBaca Juga:
Kirab Tumpeng Perdana Meriahkan Haul Eyang Singonoyo di Desa Sukorejo BojonegoroBaca Juga:
DPD Partai Gelora Probolinggo Gelar Pembekalan Pengurus KWSB di Hotel Bromo ParkBaca Juga:
Senyum Syukur Mbah Kaderi Iringi Penyerahan Kursi Roda dari KSB PacitanBaca Juga:
Apesnya Warga Sudimoro Pacitan: 10 Tahun Jalannya 'Remuk', Tak Diberi Aspal Cuma Ditambal SemenBaca Juga:
Selama Enam Bulan, 733 Perempuan Sampang Resmi Menyandang Status JandaBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
