KETIK, MALANG – Berbeda dari destinasi wisata pada umumnya, Mikutopia di Kota Batu mengusung konsep dunia jamur sebagai identitas utama kawasan wisata. Konsep itu tidak hanya diterapkan pada desain kawasan, tetapi juga pada penamaan wahana, kafe, hingga area kuliner.
Tim marketing Mikutopia, Annisa Indraningtyas, mengatakan pemilihan tema jamur dilatarbelakangi potensi wilayah sekitar yang dikenal sebagai salah satu sentra budidaya jamur di Kota Batu.
Selain itu, kawasan tersebut memiliki kondisi tanah yang subur dan lembap sehingga mendukung pertumbuhan jamur.
"Awalnya kami memang satu grup dengan San Terra, tetapi berbeda manajemen. Kalau San Terra sudah mengusung konsep bunga, akhirnya pemilik berpikir untuk menghadirkan konsep yang berbeda. Di sini juga banyak petani jamur, sehingga dipilihlah konsep dunia jamur," ujarnya saat ditemui di Mikutopia, Kota Batu, Jumat 24 Juli 2026.
Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai penamaan fasilitas yang terinspirasi dari jenis-jenis jamur.
Wahana bumper car diberi nama Truffle, wahana go-kart dinamakan Brumale, kafe bernama Enoki, sedangkan area food court menggunakan nama Shitake.
"Karena Mikutopia mengusung konsep dunia jamur, maka nama tempat maupun nama wahana di sini semuanya menggunakan nama jamur," katanya.
Ia menjelaskan, nama Mikutopia sendiri memiliki makna sebagai "dunia jamur". Melalui konsep tersebut, pengunjung tidak hanya diajak menikmati berbagai wahana permainan, tetapi juga mengenal lebih dekat keberagaman jamur melalui suasana wisata yang edukatif.
Selain menghadirkan puluhan wahana permainan, Mikutopia juga menyediakan program edukasi jamur, menghias donat, membatik, hingga pertunjukan seni yang digelar pada momen tertentu.
Seluruh konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata yang memadukan rekreasi, edukasi, dan spot foto yang menarik.
"Kami ingin pengunjung datang bukan hanya untuk bermain, tetapi juga mengenal dunia jamur. Karena itu tagline kami adalah 'Mikutopia, Eksplorasi Dunia Jamur," pungkasnya. (*)
