Pokdarwis: Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang Butuh Sinergi Warga Lokal

16 Juli 2026 16:32 16 Jul 2026 16:32

Alifia Kurnia P., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pokdarwis: Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang Butuh Sinergi Warga Lokal

Suasana pintu masuk Kampoeng Heritage Kajoetangan (Kayutangan Heritage) Malang. (Foto: Faiz/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Ketua Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang, Mila Kurniawati, menegaskan bahwa sinergi antara pengelola, pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan Kampoeng Heritage Kajoetangan (Kayutangan Heritage Malang) sebagai destinasi wisata.

Menurutnya, kesadaran warga lokal atau masyarakat setempat untuk turut merawat lingkungan dan melestarikan nilai sejarah kawasan juga sangat dibutuhkan agar daya tarik wisata tetap terjaga.

"Yang terpenting adalah bagaimana kita mengokohkan fondasi yang sudah ada. Kami juga mengajak seluruh warga untuk merasa memiliki kampung ini. Kalau bukan kita yang menjaganya bersama, lalu siapa lagi?" ujar Mila, Rabu, 15 Juli 2026.

Mila menjelaskan bahwa perubahan pola pikir warga tidak terjadi secara instan. Kesadaran masyarakat mulai tumbuh setelah adanya dorongan dari berbagai pihak, seperti Malang Heritage Community dan sejumlah akademisi yang memberikan pendampingan serta memperkenalkan potensi sejarah Kampoeng Heritage Kajoetangan.

Foto Ketua Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang, Milla Kurniawati, memberikan keterangan kepada tim Jurnalis Ketik mengenai pentingnya sinergi dan kesadaran warga dalam menjaga kelestarian kawasan heritage saat diwawancarai di salah satu rumah bersejarah Kampoeng Heritage Kajoetangan, Rabu (15/7/2026).Ketua Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang, Mila Kurniawati, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurutnya, selama ini banyak warga menganggap rumah-rumah tua yang mereka tempati sebagai sesuatu yang biasa karena merupakan warisan keluarga.

Namun, ketika ada pihak luar yang tertarik mendokumentasikan hingga mengunjungi kawasan tersebut, warga mulai menyadari bahwa lingkungan tempat tinggal mereka memiliki nilai sejarah dan potensi wisata yang besar.

Ia menambahkan, proses tersebut juga dibarengi dengan kegiatan belajar rutin mengenai konsep heritage. Warga dikenalkan pada makna warisan budaya, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, sejarah kawasan, hingga nilai arsitektur bangunan yang ada di Kampoeng Heritage Kajoetangan.

Melalui proses tersebut, masyarakat mulai memiliki sudut pandang baru terhadap kampung yang mereka huni.

Mila berharap, sinergi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan sehingga kawasan wisata semakin tertata dengan baik.

"Kalau semuanya sudah tertata dengan baik, harapannya pengunjung akan semakin terkesan dengan Kajoetangan. Dengan begitu, mereka ingin datang kembali dan tidak bosan berkunjung ke sini," pungkasnya.

Ia menambahkan, salah satu kesan yang paling sering disampaikan wisatawan saat berkunjung adalah kondisi Kampoeng Heritage Kajoetangan yang bersih dan nyaman.

Menurutnya, hal tersebut merupakan hasil dari kepedulian warga yang terus menjaga lingkungan secara bersama-sama.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kampoeng Heritage Kajoetangan Mila Kurniawati Kampung Wisata kayutangan heritage malang Kayutangan Heritage